Selasa, 21 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 24 Oktober 2022, Perbuatan Baik Tidak Mengenal Libur

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Perbuatan Baik Tidak Mengenal Libur.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Senin 24 Oktober 2022 dengan judul Perbuatan Baik Tidak Mengenal Libur. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Perbuatan Baik Tidak Mengenal Libur.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk Efesus 4:32-5:8, dan bacaan Injil Lukas 13:10-17.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Senin 24 Oktober 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.


Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Hari Sabat adalah hari yang sakral bagi orang Yahudi karena diperuntukkan untuk ibadat.

Namun, mereka mengartikan kesakralan Sabat itu secara berlebihan sehingga tidak seorang pun diperbolehkan melakukan suatu kegiatan pada hari itu sekalipun untuk menyembuhkan orang sakit.

Bisa dibayangkan kalau hal ini dianut oleh dokter atau perawat sehingga mereka tidak mau menolong pasien yang sakit parah karena saat itu hari Sabat.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 23 Oktober 2022, Bijaksana dalam Memilih

Delapan belas tahun seorang perempaun itu menderita sakit sampai punggungnya bungkuk dan tidak dapat berdiri.

Yesus merasakan betapa beratnya penderitaan perempuan itu, maka Ia berinisiatif memanggil perempuan itu dan berkata, “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh”

Perempuan itu dirasuki roh jahat. Yesus tidak bertanya terlebih dahulu tentang apa penyakit perempuan itu dan sudah berapa lama dia menderita.

Bahkan Yesus tidak mau peduli kalau hari itu adalah hari Sabat, hari di mana orang tidak bekerja.

Bagi Yesus yang paling utama adalah melepaskan ikatan penderitaan yang telah lama menjerat perempuan itu.

Tindakan Yesus menuai perlawanan. Kepala rumah ibadat marah dan kemudian melontarkan protes.

Bagi mereka penyembuhan pada hari Sabat sungguh melawan hukum Taurat.

Namun Yesus bersikap lain terhadap teguran itu. Yesus memberikan wawasan berbeda tentang hari Sabat.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved