Berita NTT

PLN Uji Coba PLTU Bolok Fullfiring 100 Persen Biomassa

biomassa bahan baku woodchips. Kalau dulunya lahan kosong tidur, saat bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon kaliandra

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
UJI COBA - General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Fintje Lumembang (kedua dari kanan) dan Direktur Utama PJBS Teguh Widjajanto (pertama dari kanan) menyekop Woodchips saat Uji Coba PLTU Bolok Fullfiring 100 Persen Biomassa pada Jumat, 21 Oktober 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - PT PLN UIW NTT bersinergi dengan sub holding PLN yakni PLN Nusantara Power dan PJBS telah berhasil melakukan uji coba penggunaan 100 persen biomassa Woodchips  untuk bahan baku pengganti batu bara (co-firing) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2x.16.5 megawatt (MW)  Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Fintje Lumembang turut mendukung program Co-firing yang dilaksanakan di NTT. 

"Pada hari ini kita menjadi saksi untuk Pengujian High Percentage Co-firing PLTU Bolok dan ini merupakan Sebagai salah satu dari program PLN "Green Booster", co-firing maupun full firing biomass digadang untuk mendukung target bauran energi baru terbarukan nasional" terang Fintje pada Jumat, 21 Oktober 2022.

Baca juga: Irjen Kementrian Pertanian RI, Dr. Jan Maringka Akui Daya Tahan Sapi Bali di NTT

"NTT kaya akan EBT di beberapa tempat kita sudah ada PLTS, PLTP dan hari ini uji coba bisa menggunakan biomassa bahan baku woodchips. Kalau dulunya lahan kosong tidur, saat bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon kaliandra," lanjutnya.

Berdasarkan evaluasi bersama, didapatkan hasil pemantauan teknis yang menunjukkan parameter operasi masih dalam batasan normal, beban 12.5 MW dapat dijaga dengan stabil hingga maksimum 100 persen biomassa.

Di samping itu, Direktur Utama PLN Nusantara Power,  Ruly Firmansyah menyatakan penggunaan 100 persen biomassa dalam uji coba High Co-Firing (HCR) yang dilaksanakan pada 21 Oktober ini merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya pada bulan juni lalu PLTU Tembilahan telah berhasil menerapkan inovasi serupa.

PLTU Tembilahan menjadi PLTU pertama di Indonesia yang telah menerapkan 100 % biomassa dalam HCR. HCR biomassa ini sekaligus menjadi jawaban masa depan energi bersih di Tanah Air.

Baca juga: Pesparani Nasional 2022, 5 Pusat Oleh-oleh Khas NTT yang Wajib Dikunjungi Peserta

"Komitmen PLN Nusantara Power adalah bertumbuh kembang bersama lingkungan di setiap lini bisnisnya. 100 persen biomassa HCR adalah bentuk konsistensi PLN NP dalam menghadirkan energi bersih untuk Indonesia yang lebih hijau", terang Ruly.

Ruly juga menjelaskan, pengujian 100 % biomassa firing di PLTU Bolok dilaksanakan secara bertahap sesuai prosedur yang direncanakan.

Uji coba ini telah dilaksanakan secara bertahap sejak tanggal 17 hingga 21 oktober dengan penggunaan biomassa secara progresif mulai dari 0 % , 25 % , 50 % , 75 % hingga 100 % biomassa. Evaluasi dilaksanakan setelah pengujian selesai dilakukan.

"Program co-firing ini menjadi bukti nyata keseriusan PLN dalam mendukung pemerintah menekan emisi karbon di Tanah Air untuk mencapai target carbon neutral pada tahun 2060," tutur dia.

Senada dengan itu, Direktur Utama PJBS Teguh Widjajanto mengatakan "Segala rangkaian pengujian berhasil 100 % biomassa sesuai dengan Perpres 112 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik,  jadi mendukung EBT 23 % di tahun 2025. 

Manfaat Program Co-Firing Biomass

Co-firing bukti BUMN hadir mendukung ekonomi kerakyatan dan Co-firing juga merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler batu bara. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved