Sabtu, 30 Mei 2026

NTT Terkini 

Menanti Terang di Ujung Lembata: Asa Baru Warga Desa Dulir Sambut Kehadiran Listrik PLN

Merespons langkah PLN, Kepala Desa Dulir, Yeremias K. Koli Malun, menyampaikan apresiasi mendalam mewakili seluruh warganya.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lembata menggelar kegiatan sosialisasi Penyambungan Baru (PB) dan Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Desa Dulir,Kecamatan Atadei,Kabupaten Lembata pada Selasa, (26/05) 

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lembata menggelar kegiatan sosialisasi Penyambungan Baru (PB) dan Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Desa Dulir, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata pada Selasa, (26/05)

Langkah proaktif ini merupakan bagian dari komitmen nyata PLN dalam menghadirkan keadilan energi sekaligus memastikan masyarakat siap memanfaatkan listrik secara aman dan produktif saat jaringan resmi menyala.

Desa Dulir memegang peran krusial dalam peta elektrifikasi daerah, sebagai desa terakhir di Kabupaten Lembata yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara menyeluruh.

Oleh karena itu, kehadiran tim PLN di tengah masyarakat disambut penuh haru dan sukacita, menandai babak baru bagi desa tersebut menuju tatanan kehidupan yang lebih modern, andal, dan berkelanjutan.

Baca juga: Semaikan Nilai Pancasila, PLN Edukasi Ratusan Siswa SMAK Frateran Maumere Soal Keselamatan Listrik

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F Eko Sulistyono, menegaskan bahwa perjuangan melistriki wilayah pelosok dan kepulauan merupakan perwujudan dari mandat negara yang terus diupayakan PLN tanpa henti.

Menurutnya, menghadirkan listrik bukan sekadar membangun infrastruktur kabel dan tiang, melainkan tentang menyalakan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Desa Dulir adalah kepingan puzzle terakhir untuk mencapai elektrifikasi penuh di Kabupaten Lembata. Kami berkomitmen penuh untuk menuntaskan program ini agar seluruh masyarakat tanpa terkecuali dapat menikmati hak energi yang sama. Namun, di samping percepatan pembangunan jaringan fisik, komitmen utama kami adalah memastikan aspek keselamatan. Kami ingin ketika listrik ini masuk, warga sudah dibekali pemahaman yang utuh bagaimana memanfaatkannya dengan aman guna mendorong roda ekonomi dan meningkatkan taraf hidup,” ujar Eko.

Senada dengan hal tersebut, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lembata, Thariq Adha Gumulang, menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi fondasi awal yang penting untuk membangun pemahaman yang sinergis antara PLN dan calon pelanggan.

Kesiapan mental dan edukasi warga dinilai sama pentingnya dengan kesiapan teknis di lapangan.

“Melalui ruang dialog ini, kami berharap masyarakat Desa Dulir dapat memahami prosedur resmi penggunaan listrik serta pentingnya instalasi yang sesuai standar. Kami menaruh perhatian besar pada desa ini dan terus berupaya menghadirkan layanan yang aman serta berkelanjutan. Kami juga memohon dukungan penuh serta kerja sama dari pemerintah desa dan seluruh warga agar seluruh proses sisa elektrifikasi ini berjalan lancar tanpa kendala,” ungkap Thariq.

Dalam sosialisasi yang berlangsung interaktif tersebut, tim PLN memaparkan secara mendalam mengenai mekanisme pengajuan penyambungan baru melalui aplikasi PLN Mobile, transparansi biaya, persyaratan administrasi, hingga hak dan kewajiban pelanggan.

Warga juga diberikan pemahaman krusial mengenai potensi bahaya kelistrikan, seperti risiko korsleting akibat penggunaan kabel non-standar, bahaya jaringan ilegal, serta tindakan preventif untuk menghindari sengatan listrik demi melindungi keselamatan jiwa dan materi.

Merespons langkah PLN, Kepala Desa Dulir, Yeremias K. Koli Malun, menyampaikan apresiasi mendalam mewakili seluruh warganya.

Kegiatan edukasi ini dinilai sangat mencerahkan karena menghapus ketidaktahuan warga mengenai tata cara kelistrikan yang benar.

"Kami merasa sangat bersyukur dan bahagia. Listrik adalah impian yang sudah sangat lama dinantikan oleh masyarakat Desa Dulir. Lewat penjelasan langsung dari PLN, kini kami mengerti cara mendaftar yang benar dan tahu cara menghindari bahaya listrik. Kami siap mendukung penuh petugas di lapangan dan berharap proses penyalaan dapat segera terwujud agar anak-anak kami bisa belajar lebih baik dan aktivitas desa menjadi lebih maju,” tutur  Yeremias K. Koli Malun dengan penuh harap.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved