Berita Sumba Timur
Bencana Banjir Sumba Timur, Rumah dan Fasilitas Umum di Landa Wula Waijelu Terendam
Banjir tersebut menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Hadakamali tergenang. Tak hanya itu, banjir juga menyebabkan aktivitas publik sempat terhenti
Penulis: Ryan Nong | Editor: Edi Hayong
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Peristiwa bencana banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Wula Waijelu, Kabupaten Sumba Timur pada Selasa 18 Oktober 2022 siang.
Banjir tersebut menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Hadakamali tergenang. Tak hanya itu, banjir juga menyebabkan aktivitas publik sempat terhenti karena fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, rumah ibadah dan Puskesmas juga ikut terendam.
Adapun fasilitas publik yang terendam banjir ini diantaranya Kantor Kecamatan Wulla Waijelu, Polsek Wulla Waijelu, Puskesmas Baing dan gedung kebaktian GKS Baing.
"Aktivitas warga terhenti, tinggi air sampai di atas lutut orang dewasa," sebut Camat Wula Waijelu Markus Ndakumanungu saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM.
Hujan yang mengguyur wilayah itu sejak Senin malam hingga Selasa pagi menyebabkan luapan air dari sungai menggenangi areal itu.
Air tidak bisa mengalir maksimal ke arah sungai karena pada salah satu titik yang terletak dekat jembatan, terdapat bangkai pohon tumbang yang menahan laju air dan sampah yang dibawa air.
"Dulu sejak Seroja dekat jembatan itu ada pohon tumbang, jadi menghalangi aliran air masuk ke arah sungai," tambah Camat Ndakumanungu.
Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Selain itu, tidak ada warga yang mengungsi karena terdampak banjir. Hanya saja, tambah dia, terdapat kerugian materiil karena air menggenangi rumah termasuk kios kios dan toko.
Tim reaksi cepat BPBD Sumba Timur juga turun ke lokasi banjir pada Selasa siang. Sekretaris BPBD Sumba Timur, Heri Ratucore mengatakan, saat banjir, warga juga berinisiatif membongkar jalan untuk mengurai genangan air.
"Masyarakat di Hadakamali tadi juga berinisiatif membongkar jalan membentuk jalur air supaya air bisa mengalir menuju sungai," ujar Ratucore.
Sebelumnya, wilayah Kecamatan Wula Waijelu lainnya yakni Desa Laijanji juga pernah diterjang banjir pada Sabtu 2 Juli 2022 lalu. Banjir itu menyebabkan ruas jalan provinsi di Desa Laijanji putus total.
Baca juga: Begini Data Bencana Banjir di Kabupaten Sumba Tengah NTT
Ruas jalan yang putus itu tepatnya terletak di Uri, Kampung Praibakal yang merupakan jalur penghubung Baing - Aukakehik dengan total kerusakan sepanjang 100 meter.
Sementara BMKG Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Waingapu melaporkan beberapa wilayah Sumba Timur masih berpotensi hujan hingga Selasa malam.
Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebar diantaranya Kota Waingapu, Kecamatan Kanatang, Kecamatan Haharu, Kecamatan Lewa, dan Kecamatan Nggaha Ori Angu.
Selain wilayah itu, potensi hujan juga disebut dapat meluas ke Kecamatan Tabundung, Kecamatan Pandawai, Kecamatan Kahaungu Eti, Kecamatan Kambera, Kecamatan Kambata Mapambuhang, Kecamatan Lewa Tidahu dan Kecamatan Kahali. (Ian)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS