Berita Lembata
Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa Minta Hentikan Polarisasi
Pemimpin ganti pemimpin selalu hilangkan apa yang sudah dilakukan oleh pemimpin pendahulu. harus berani lakukan apa yang dilakukan pendahulu
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, meminta kepada masyarakat Lembata untuk menghentikan Polarisasi
Ungkapan permintaan ini, disampaikan Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa saat perayaan peringatan HUT Ke-23 Kabupaten Lembata pada 12 Oktober 2022 dan Launching buku sejarah.
Pesan yang disampaikan Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa saat membuka acara launching buku sejarah berjudul 'Lembata Dalam Pergumulan Sejarah dan Perjuangan Otonominya' karya Thomas Ata Ladjar di Hotel Palm Lewoleba, Rabu, 12 Oktober 2022.
Baca juga: Pemkab Lembata Minta SPBU Tertibkan Karyawan Nakal yang Kerja Sama Dengan Pelangsir BBM
"Hindarkan polarisasi di daerah ini sehingga Lembata bisa maju," kata Marsianus.
Menurutnya, statement 7 Maret 1954 yang diperjuangkan para pendahulu merupakan upaya rakyat Lembata melepaskan diri dari swapraja Larantuka dan Adonara yang juga akrab disebut Paji dan Demong. Artinya, rakyat Lembata ingin bersatu tanpa ada pembagian Paji dan Demong.
Pesan kedua, kata dia, jangan sekali-kali menghilangkan citra pendahulu.
"Pemimpin ganti pemimpin selalu hilangkan apa yang sudah dilakukan oleh pemimpin pendahulu. Suatu ketika kita harus berani lakukan apa yang dilakukan pendahulu," tegas Marsianus Jawa disambut tepuk tangan meriah hadirin yang hadir.
Sebelumnya, saat upacara peringatan HUT ke-23 Otonomi Lembata di Kantor Bupati Lembata, Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, mengingatkan agar semua ASN untuk berperilaku netral saat pemilu 2024.
Baca juga: Karang Taruna Alikura Desa Kalikur Lembata Adakan Sekolah Adat
Selain peringatan kepada ASN, Marsianus juga meminta kepada semua Kepala Desa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat saat pemilu.
“Tingkatan partisipasi pemilih harus tinggi di desa masing-masing. Jangan mulai bermain untuk memenangkan partai atau calon tertentu,” katanya.
Hal ini disampaikan agar para kepala desa bersama aparat dan BPD tidak ikut dalam politik praktis apalagi menggalang kekuatan untuk memenangkan salah satu figur atau partai politik di tahun 2024.
“Tugas kalian adalah menjaga kondusivitas masyarakat di desa masing-masing. Kawal seluruh proses ini agar semua masyarakat yang berhak ikut pemilu terdata sebagai pemilih,” tegas Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa.
Ia meminta para kepala desa, aparat desa, dan BPD untuk mengawal pula warga masyarakat yang sudah terdaftar sebagai pemilih untuk menggunakan haknya pada pemilu legislatif, pilpres, dan pilkada.
Baca juga: Karang Taruna Alikura Desa Kalikur Lembata Adakan Sekolah Adat
Kepada ASN Marsianus meminta agar tidak boleh terlibat dalam politik. ASN, lanjutnya, tidak saja netral, tapi juga pasif. Tidak boleh bergabung dengan komunitas, partai dan figur tertentu.
Semua ASN, tegasnya, harus menunjukkan kinerja kerja yang baik. Karena kinerja yang terukur, siapapun yang akan memimpin pasti akan dipakai.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS