Berita Lembata

Penjabat Bupati Lembata Kesal Pemilik SPBU Lamahora Tak Kooperatif

Pemerintah daerah masih belum bisa menemui pimpinan PT Hikam untuk menanyakan persoalan antrean BBM yang sudah sepekan tampak di depan SPBU Lamahora.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
ANTRE - Masih tampak antrean kendaraan roda dua di depan SPBU Lamahora, Kota Lewoleba, Jumat, 7 Oktober 2022 siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa tampak kesal dengan pemilik SPBU Lamahora yang dikelola PT Hikam karena tak kooperatif dengan pemerintah daerah. 

Hingga saat ini, pemerintah daerah masih belum bisa menemui pimpinan PT Hikam untuk menanyakan persoalan antrean bahan bakar minyak  (BBM ) yang sudah sepekan tampak di depan SPBU Lamahora, Kota Lewoleba. 

"Mau cari orang ini pemilik SPBU Lamahora susah setengah mati. Nah, siapa yang harus cari dia. Tidak mungkin aparat pemerintah yang cari. Pihak keamanan dan pihak Pertamina yang punya kontrak kerja (dengan PT Hikam)," ujar Marsianus Jawa di Aula Kantor Bupati, Kamis, 6 Oktober 2022 saat diminta tanggapannya perihal antrean panjang di SPBU Lamahora. 

Baca juga: Bawaslu Lembata Sosialisasi Kawal Hak Pilih Pemilih Disabilitas

Pemerintah, lanjutnya, bisa saja mengambil langkah tegas menutup usahanya. Hanya saja, jika ditutupi, siapa lagi yang akan melayani masyarakat.

Lebih jauh, dia mengaku sudah berupaya maksimal mengurai permasalahan BBM di Lembata.

"Kita juga sakit hati. Gambaran kami pemerintah tidak bisa selesaikan masalah ini dengan kondisi begini. Tapi bagaimana, mafia ada di dalam. Orang bilang berantas mafia gampang. Saya juga semula kira gampang. Tapi ternyata, kalau polisi tidak tangkap, saya mau bagaimana," keluhnya. 

Baca juga: Lambertus Koban Dilantik Jadi Dirut PDAM Lembata, Penjabat Bupati Ingin Ada Perubahan

Dijelaskannya, menyikapi persoalan BBM di Lembata, ia bersama ketua DPRD Lembata Petrus Gero sudah ke Maumere, Kabupaten Sikka bertemu pihak Pertamina guna mencari tahu pasokan BBM ke Lembata.

"Bapak-bapak juga mesti menulis, tanggung jawab itu di Pertamina. Karena, daerah tidak mendapat sesen pun dari penjualan BBM," katanya kepada awak media. 

"Ingat, hari ini kita salah. Saya bilang, Anda (Pertamina) yang jual BBM di Lembata, tapi saya yang digonggong. Saya yang diteriakin. Anda seperti apa. Tidak ada tanggung jawab terhadap masyarakat. Saya sudah omong tegas sama mereka," tegas Marsianus Jawa. 

Baca juga: Ketua KPU Lembata Akui Data Pemilih Meningkat dari 77.000 Menjadi 100.322 Orang

Karena itu, kata dia, pihak Pertamina berjanji untuk melakukan konsolidasi lanjutan dalam waktu dekat untuk perbaikan dan mengurai permasalahan BBM di Lembata.

Ia dan ketua DPRD Lembata sedang mencari waktu bersama untuk duduk membicarakan lagi guna mencari tahu titik soal carut-marut BBM di Lembata.

Untuk itu, saat ini ia sedang mendorong percepatan pembangunan SPBU milik Keuskupan Larantuka dan diharapkan bisa rampung Desember atau Januari 2023 agar bisa membantu mengatasi persoalan yang terjadi selama ini. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved