Berita Sumba Timur

Pemusnahan Bahan Peledak di Sumba Timur, Didukung Unit Penjinak Bom Gegana Polda NTT

Dikatakan Kapolres Sumba Timur Fajar Widyadharma Lukman barang bukti bom atau bahan peledak yang dimusnahkan itu merupakan peninggalan Perang Dunia II

Penulis: Ryan Nong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
KETERANGAN - Kapolres Sumba Timur AKBP Fajar Widyadharma Lukman didampingi Dandim 1604 Sumba Timur, Letkol Czi Aditya Triwirawan, Danki 3 Yon A Pelopor Brimob Waingapu, AKP I Gusti Ngurah Sastrawan serta Ps Kanit Jibom Gegana Polda NTT, Ipda Theodorus Boka memberi keterangan di Area Disposal Brimob Waingapu, Kamis 6 Oktober 2022. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sebanyak lima bom atau bahan peledak dimusnahkan oleh pihak Polres Sumba Timur wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur,  Kamis 6 Oktober 2022 pagi. 

Pemusnahan bom atau bahan peledak (disposal) yang berlangsung di Area Disposal di Kompleks Mako Brimob Waingapu, Kilometer 10 Waingapu, Sumba Timur itu didukung Unit Penjinak Bom Gegana Polda NTT dan Brimob Sumba Barat Daya. 

Menurut Kapolres Sumba Timur AKBP Fajar Widyadharma Lukman kepada wartawan bahwa barang bukti bom atau bahan peledak yang dimusnahkan itu merupakan Peninggalan Perang Dunia II.

"Kita melaksanakan disposal temuan bahan peledak bom atau mortir atau jenis granat yang merupakan sisa perang dunia kedua yang ditemukan di beberapa daerah di Sumba Timur ini," ujar Kapolres Fajar yang didampingi Dandim 1601 Sumba Timur Letkol Czi Aditya Triwirawan, Danki 3 Yon A Pelopor Brimob Waingapu, AKP I Gusti Ngurah Sastrawan serta Ps Kanit Jibom Gegana Polda NTT, Ipda Theodorus Boka. 

Menurut Kapolres Fajar bahwa bom yang dimusnahkan dengan cara diledakkan itu terdiri dari 3 buah bom mortir dan 2 granat tangan.

Baca juga: Polres Sumba Timur Musnahkan Lima Bahan Peledak Peninggalan Perang Dunia

Barang bukti bom tersebut ditemukan dalam rentang waktu sejak 2005 lalu yang selama ini diamankan di Mako Brimob Kompi 4 Batalyon C Waingapu Sumba Timur. 

Satu bahan peledak yang ditemukan terakhir yakni granat nanas peninggalan tentara Jepang yang baru ditemukan warga Lambanapu pada pekan lalu, tepatnya 28 September 2022.

Disposal dilaksanakan secara nirkabel dengan menggunakan remot kontrol dengan jarak lebih dari 1000 meter dari lokasi ledakan yang dipusatkan di balik bukit. 

Pemusnahan dilakukan oleh Kapolres Sumba Timur, AKBP Fajar Widyadharma Lukman, Dandim 1601 Letkol Czi Aditya Triwirawan,Danposal Waingapu Letda Laut (P) Siswanto, Danposau Waingapu, Letda Aris Dharmawan, serta Kasat Intel Polres Sumba Timur, Iptu Suparjo. Hadir Danki 3 Yon A Pelopor Brimob Waingapu, AKP I Gusti Ngurah Sastrawan dan anggota. 

Pelaksanaan Disposal tersebut merupakan yang pertama di Waingapu Kabupaten Sumba Timur sejak 2005 silam. Pelaksanaan yang sempat diwarnai dengan hujan itu berjalan lancar dan sukses.  (Ian) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved