Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Dipayungi Saat Pelimpahan Tahap II ke Kejaksaan

Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi tiba di gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan pada Rabu 5 Oktober 2022.

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUNNEWS.COM
Tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo saat berada di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu 5 Oktober 2022. Polri melimpahkan kasus Brigadir J ke Kejaksaan. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi tiba di gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan pada Rabu 5 Oktober 2022.

Keduanya datang untuk melaksanakan proses pelimpahan tahap II atas statusnya sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Pantauan Tribun Ferdy Sambo dan Putri tiba sekitar pukul 11.50 WIB dengan mobil rantis Mako Brimob Polri. Keduanya tampak turun berbarengan dengan mobil taktis yang sama di tempat tersebut.

Terlihat, keduanya juga tampak memakai baju tahanan berwarna oranye. Mereka pun tampak dikawal ketat dengan personel Brimob maupun pengamanan dalam (Pamdal) Kejagung.

Adapun Ferdy Sambo terlihat turun terlebih dahulu lalu disusul oleh sang istri Putri Candrawathi. Saat itu, personel Brimob pun tampak memberikan payung kepada keduanya karena lokasi dalam kondisi hujan. Setelah itu, keduanya langsung masuk ke gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI.

Usai proses pelimpahan tahap II Ferdy Sambo menyatakan bahwa sang istri, Putri Candrawathi tak bersalah dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Ferdy Sambo menuturkan bahwa sang istri justru menjadi korban dalam kasus tersebut. Sebaliknya, dirinya mengaku siap menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Saya siap menjalani proses hukum, istri saya tidak bersalah, tidak melakukan apa-apa dan justru menjadi korban," kata Ferdy Sambo.

Baca juga: Ferdy Sambo Minta Maaf Ke Keluarga Brigadir J : Saya Menyesal Sangat Emosional Saat Itu

Ia menuturkan dirinya juga sangat menyesal atas kasus tersebut. Dia pun meminta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan atas kasus tersebut.

"Saya sangat menyesal, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak pihak yang sudah terdampak atas perbuatan saya termasuk bapak dan ibu dari Josua," kata Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo menyatakan bahwa dirinya melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J karena kecintaannya kepada sang istri Putri Candrawathi.

Menurut Ferdy Sambo, dirinya tersulut emosi dan amarah karena peristiwa yang terjadi di Magelang. Namun, dia tidak merinci perihal insiden yang membuatnya marah di Magelang.

"Saya lakukan ini karena kecintaan saya kepada istri saya. Saya tidak tahu bahasa apa yang dapat mengungkapkan perasaan, emosi, dan amarah akibat peristiwa yang terjadi di Magelang," kata Ferdy Sambo.

Ia menuturkan kabar yang diterimanya itu terkait insiden di Magelang telah menghancurkan hatinya. Namun begitu, dia menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.

"Kabar yang saya terima sangat menghancurkan hati saya. saya sangat menyesal. saya siap menjalani semua proses hukum. istri saya tidak bersalah, dia tidak melakukan apa-apa justru dia korban," jelasnya. (tribun network/igm/riz/wly)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved