KKB Papua
Cerita Heroik Reva Luput dari KKB Papua, Rela Didorong ke Jurang Hingga Berkubang Lumpur
Seorang juru masak bagi 13 pekerja bernama Devi Manise alias Reva luput dari serangan KKB Papua setelah rela didorong ke jurang dan berkubang lumpur
Remon Ulimpa (26) Sorong
Irson (42) Sorong
Agung (18) Sorong
Muksin Rambe (49) Bintuni
Ruslan (33) asal Pinrang
Sitinjak (25) Sorong
Om Kumis (55) Pinrang
Halim (20) tinggal di Sorong.
Reva (28) tinggal di Sorong.
Adam menambahkan, perbuatan para pelaku sangat sadis. Empat jenazah korban ditemukan dengan tubuh penuh luka bacok, sementara dua dari empat jenazah ini juga dalam kondisi hangus terbakar.
”Para pelaku juga membakar dua alat berat dan tiga truk yang digunakan untuk pembangunan jalan. Polres Teluk Bintuni telah melakukan olah tempat kejadian perkara saat mengevakuasi jenazah empat pekerja,” kata Adam.
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Wilayah Papua Frits Ramandey menyatakan, sungguh menyayangkan tindakan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata.
Baca juga: KKB Bantai Pekerja Jalan Bintuni-Maybrat Papua Barat, Orgenes Wonggor: Tangkap Pelaku
Ia menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan tindakan kriminalitas sehingga pihak keamanan bisa mengambil upaya penegakan hukum.
Sementara itu, juru bicara Jaringan Damai Papua Yan Christian Warinussy mengatakan, sungguh disesalkan Organisasi Papua Merdeka yang dinyatakan aparat keamanan sebagai KKB lebih memilih jalan kekerasan daripada dialog damai dalam perjuangannya.
Kelompok ini sering menuduh warga sipil yang tidak bersalah sebagai intelijen tanpa ada pembuktian sama sekali.
”Aksi kelompok ini dapat memicu konflik dengan pihak keamanan yang semakin meluas. Akibatnya, masyarakat di kampung akan mengungsi dari tempat tinggalnya karena merasa ketakutan,” tutur Yan.
Sebelumnya, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menyatakan, pihaknya bertanggung jawab atas penyerangan para pekerja Jalan Trans-Kabupaten Teluk Bintuni-Kabupaten Maybrat.
Aksi ini dipimpin oleh Arnoldus Yancen Kocu selaku pimpinan operasi OPM Wilayah IV Sorong.
Ia pun menyatakan OPM pimpinan Arnoldus membunuh empat pekerja dan melukai seorang pekerja lainnya dalam aksi ini.
Pembunuhan empat warga ini karena dinilai sebagai anggota intelijen pihak keamanan yang menyamar sebagai pekerja jalan.
Sumber: tribunpapuabarat.com/kompas.id
Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS