Kamis, 7 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 28 September 2022, Mengikut Yesus Keputusanku

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Mengikut Yesus Keputusanku.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Rabu 28 September 2022 dengan judul Mengikut Yesus Keputusanku. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Mengikut Yesus Keputusanku.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk Kitab Ayub 9:1-12 14-16, dan bacaan Injil Lukas 9:57-62.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Rabu 28 September 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Lirik lagu "Mengikut Yesus Keputusanku" diambil dari kata-kata yang diucapkan seorang lelaki yang berasal dari Assam, suatu desa di Timur Laut India.

Setelah menerima Kristus, kepala suku Assam memaksanya untuk meninggalkan imannya.

Namun, ia berkata, "Mengikut Yesus keputusanku."

Sekalipun diancam bahwa kepalanya akan dipenggal, ia tak gentar.

Ketika melihat istrinya dibunuh, keputusannya pun tidak berubah. Katanya, "Tetap kuikut walau sendiri."  Sampai ia sendiri dibunuh.

Sungguh ajaib! Keputusan iman lelaki itu membawa kepala suku dan penduduk desa tersebut bertobat dan mengikut Yesus!

Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini, Selasa 27 September 2022: Mencintai yang Menolak Kita

Sabda Tuhan kemarin, berkisar pada penolakan terhadap Yesus oleh orang-orang Samaria, karena perjalananNya menuju Yerusalem.

Penolakan itu tidak menghentikan perjalanan Yesus. Kali ini Yesus dan murid-muridNya pergi ke desa yang lain.

Dalam perjalanan itu Yesus terus mengajar para muridNya.

Bacaan hari ini bercerita tentang reaksi Yesus terhadap keputusan para murid yang
bertekad mengikut-Nya.

Pertama, pengakuan mengikut Yesus bukan hanya berarti kesediaan mengikut-Nya, tetapi menerima semua konsekuensi yang bakal terjadi.

Orang harus bersikap teguh dan tidak goyah, meskipun kenyataan tidak sesuai harapan.

“Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.”

Mengikuti Yesus membutuhkan komitmen yang kokoh, tidak takut kesulitan, tidak takut
berhadapan dengan penolakan dan ketidaknyamanan.

Mengikuti Yesus tidak menjanjikan kenyamanan, bahkan menuntut kesediaan untuk menyangkal diri dan memikul salib serta terus-menerus mengikuti Yesus.

Hasrat membara yang sementara saja tidak akan bertahan lama berhadapan dengan tuntutan kemuridan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 28 September 2022, Semua Kehebatan Kita Tetap Merupakan Berkat Tuhan

Kedua, panggilan mengikut Yesus berarti kesediaan melepaskan diri dari segala
keterikatan pada hidup yang lama dan memberi diri bagi pelayanan.

Sayangnya, saat Yesus memanggil, banyak orang yang berdalih karena masih terikat pada
hidup lamanya.

Ketiga, pengakuan mengikut Yesus berarti kesediaan memberi hidup, waktu, tenaga, juga pikiran bagi Tuhan.

Ibarat petani yang membajak, ia memfokuskan pandangannya pada tujuan. Ia tidak boleh menoleh ke belakang lagi.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 27 September 2022, Dekatkan Diri pada Tuhan

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Melalui sabda Tuhan hari ini, kita belajar bahwa ketika membuat keputusan untuk mengikut Yesus, kita harus fokus kepada Yesus dan siap menerima segala konsekuensinya.

Kita bersyukur karena memiliki Yesus Kristus, yang menyatakan rahasia di balik keputusan setiap orang yang mengikut-Nya.

Mari, kita lanjutkan perjalanan iman ini untuk tetap setia mengikut-Nya.

Kontemplasi

Berdiam diri sejenak dan bayangkan Yesus hadir dan sedang menatapmu. Anda telah mengikutiNya.

Maka sekarang katakanlah komitmen Anda untuk tetap setia mengikuti jalan yang dikehendakiNya.

Tinggalkan zona nyaman, lepaskan semuanya termasuk yang paling dikasihi, orangtua dan sanak keluarga.

Bersyukurlah kepada Tuhan karena kesetiaanmu dari awal hingga saat ini.

Doa

Ya Tuhan Yesus, Engkau telah memanggil aku untuk meneruskan karya pewartaan Injil kepada orang yang kulayani.

Semoga SabdaMu meresap dalam hatiku dan menjadi pedoman bagi langkah hidupku untuk mengikuti jalan yang telah Engkau tunjukkan.

Engkau Tuhan dan penyelamat kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu. Selamat beraktivitas. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Teks Lengkap Bacaan Renungan Harian Katolik Rabu 28 September 2022

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Rabu 28 September 2022.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Rabu 28 September 2022. (Tokopedia)


Bacaan Pertama: Ayub 9:1-12.14-16

Manusia benar di hadapan Allah?

Bacaan dari Kitab Ayub:

Ayub berkata kepada Bildad sahabatnya, "Sungguh, aku tahu, bahwa beginilah adanya: masakan manusia benar di hadapan Allah?

Jika ia ingin beperkara dengan Allah satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya.

Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat bersikeras melawan Dia, dan tetap selamat?

Dialah yang memindahkan gunung-gunung tanpa diketahui orang, yang menjungkir-balikkannya dalam murka-Nya.

Ia menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang.

Ia memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai.

Seorang diri Ia membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut.

Ia menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan.

Dialah yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyak.

Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya, dan bila Ia lalu, aku tidak tahu.

Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya? Siapa akan menegur-Nya, 'Apa yang Kaulakukan?'

Bagaimana mungkin aku dapat membantah Dia, dan memilih kata-kata di hadapan Dia?

Walaupun benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasih kepada yang mendakwa aku.

Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku."

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15

Refr. Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan.

1. Aku telah berseru kepada-Mu, ya Tuhan, sepanjang hari, aku telah mengulurkan tanganku kepada-Mu. Adakah Engkau melakukan keajaiban di hadapan orang-orang mati? Masakah jenazah mereka bangkit untuk bersyukur kepada-Mu?

2. Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan? Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri kealpaan?

3. Tetapi aku ini, ya Tuhan, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu. Mengapa, ya Tuhan, Kaubuang aku? Mengapa Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Bait Pengantar Injil: Flp 3:8-9

Refr. Alleluya.

Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.

Bacaan Injil: Lukas 9:57-62

Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi.

Inilah Injil suci menurut Lukas:

Sekali peristiwa, ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti Engkau, ke mana pun Engkau pergi.”

Yesus menjawab, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Lalu kepada orang lain Yesus berkata, “Ikutlah Aku!”

Berkatalah orang itu, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”

Tetapi Yesus menjawab, “Biarlah orang mati mengubur orang mati; tetapi engkau, pergilah, dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”

Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved