Minggu, 3 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 26 September 2022, Mengasihi yang Kecil

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Pey Hurint dengan judul Mangasihi yang Kecil.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
ANAK KECIL - Ilustrasi Yesus Gembala yang baik. Lalu Ia berkata kepada mereka, "Barangsiapa menerima anak ini demi nama-Ku, dia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku." 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Pey Hurint dengan judul Mangasihi yang Kecil.

RD. Pey Hurint menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk Kitab Ayub 1:6-22, dan bacaan Injil Lukas 9:46-50.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Senin 26 September 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Di tengah dunia yang semakin kompetitif ini, banyak orang mau menampilkan diri dan mau merebut posisi dan status sosial yang lebih tinggi dari orang lain.

Dengan pelbagai cara, bahkan orang rela menghalalkan cara untuk mencapai maksud hati menduduki posisi dan jabatan publik dan status sosial ini.

Hal yang sama terjadi juga dalam kehidupan murid-murid Yesus. Bahkan sejak zaman para rasul, hal ini sudah terjadi. Para murid bertengkar memperebutkan siapa yang terbesar di antara mereka.

Bagi Yesus menjadi yang terbesar itu orang yang harus siap menjadi hamba dan melayani, dan yang mau menjadi terdepan itu harus siap menjadi yang terkecil dan ada di belakang.

Melalui Injil hari ini, kita diajak untuk memberi perhatian kasih kepada orang kecil dan bersusah. Yesus menyamakan diri dengan mereka yang kecil dan terabaikan. "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku."

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 26 September 2022, Melayani dengan Hati

Di tempat lain Yesus berkata, "Apa yang kamu lakukan untuk saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." Sikap kita kepada mereka yang kecil, yang sering terabaikan dan tersisih dalam hidup, menentukan posisi kita di hadapan Tuhan sendiri.

Yesus juga menegaskan agar tidak ada sikap cemburu dan iri hati dalam kehidupan bersama. Setiap kita mesti menghargai setiap bakat dan kharisma sesama.

Bakat, kemampuan dan kharisma mesti dipakai untuk kebaikan bersama, melayani orang kecil dan bersusah dan demi kemuliaan Allah.

Dengan bakat dan kemampuan yang berbeda, kita bekerjasama dan sama-sama bekerja untuk mengembangkan kebaikan dan melayani sesama, khususnya mereka yang kecil dan yang tereliminasi dari kehidupan.

Apa pun jabatan dan posisi kita dalam kehidupan ini, kita tetap harus siap menjadi yang terkecil dan melayani sesama uang miskin dan bersuaah, yang kecil dan tersingkir dari hidup ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 26 September 2022, Yang Terkecil di Antara Kalian Dialah Yang Terbesar

Semoga kita mampu mengamalkan kasih dan mempergunakan bakat, kemampuan dan kharisma kita untuk kehidupan bersama yang lebih baik.

Teks Lengkap Bacaan Renungan Harian Katolik Senin 26 September 2022

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Senin 26 September 2022.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Senin 26 September 2022. (Tokopedia)

Bacaan Pertama: Ayub 1:6-22

Kesalehan Ayub dicoba

Bacaan dari Kitab Ayub:

Pada suatu hari anak-anak Allah datang menghadap Tuhan, dan di antara mereka datanglah juga iblis.

Maka bertanyalah Tuhan kepada iblis, "Dari manakah engkau?"

Jawab iblis, "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."

Lalu bertanyalah Tuhan kepada iblis, "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tidak seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Lalu jawab iblis kepada Tuhan: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?

Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya?

Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.

Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."

Maka firman Tuhan kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyai ada dalam kuasamu. Hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya."

Kemudian pergilah iblis dari hadapan Tuhan.

Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum angur di rumah saudara mereka yang sulung, datanglah seorang persuruh kepada Ayub dan berkata, "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."

Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata, "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."

Sementara ornag itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata, "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun. Rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembahnya, katanya, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!”

Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 17:1,2-3,6-7

Refr. Condongkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah bebaskan daku.

1. Dengarkanlah, Tuhan, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.

2. Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar. Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.

3. Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.

4. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

Bait Pengantar Injil: Markus 10:45

Refr. Alleluya, alleluya

Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.

Bacaan Injil: Lukas 9:46-50

Yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar.

Inilah Injil suci menurut Lukas:

Sekali peristiwa timbullah pertengkaran di antara para murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka.

Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya.

Lalu Ia berkata kepada mereka, "Barangsiapa menerima anak ini demi nama-Ku, dia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku.

Sebab yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar."

Pada kesempatan lain Yohanes berkata, "Guru, kami melihat seseorang mengusir setan demi nama-Mu, dan kami telah mencegahnya, karena ia bukan pengikut kita."

Tetapi Yesus menjawab, "Jangan kalian cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kalian, dia memihak kalian."

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita Pos-kupang.com GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved