Berita Sumba Barat

Kepala Kantor Pertanahan Sumba Barat Tanda Tangan Perjanjian Kerjasama dengan Polres Sumba Barat

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumba Barat mengatakan, mafia tanah merupakan suatu  persoalan selalu dihadapi masyarakat dan pemerintah

Penulis: Petrus Piter | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
TANDA TANGAN PERJANJIAN KERJA SAMA - Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kepala Kantor Pertanahan Sumba Barat, Yance Andrianus Talan, S.ST dengan Kapolres Sumba Barat, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K tentang pembentukan tim pencegahan mafia tanah dan lainnya di halaman Kantor Pertanahan Sumba Barat, Senin 26 September 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumba Barat, Yance Andrianus Talan, S.ST melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Kapolres Sumba Barat, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K tentang pembentukan tim terpadu pencegahan dan pemberantasan mafia  tanah, tim terpadu pencegahan pungutan liar dan pembentukan tim terpadu percepatan sertifikat tanah aset kepolisian RI di halaman depan Kantor Pertanahan Sumba Barat, Senin 26 September 2022.

Kehadiran tim terpadu tersebut dapat memberangus oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang selama ini beroperasi merusak pelayanan lembaga Kantor Pertanahan Sumba Barat. Dengan demikian pelayanan Kantor Pertanahan Sumba Barat lebih baik  ke depan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumba Barat, Yance Andrianus Talan, S.ST dalam sambutannya sesaat setelah penandatangan kesepakatan bersama itu mengatakan, mafia tanah merupakan suatu  persoalan selalu dihadapi masyarakat dan pemerintah. Persoalan mafia tanah itu sering menimbulkan berbagai sengketa  tanah di Sumba Barat.Kehadirannya dapat mengganggu pelaksanaan pembangunan dan investasi di daerah ini.

Baca juga: HUT Polantas Bhayangkara Ke-67, Polres Sumba Barat Gelar Jalan Santai Bersama Bhayangkari

Untuk itu dengan penandatanganan perjanjian kerjasama ini menjadi bukti keseriusan kita semua untuk memberangus praktek mafia tanah di wilayah ini. Dengan demikian proses pelayanan pengurusan tanah kepada masyarakat berjalan aman dan lancar.

Sementara itu Kapolres Sumba Barat, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K mengatakan, persoalan tanah terus terjadi karena beberapa hal seperti jumlah tanah terbatas sementara jumlah penduduk terus bertambah, persoalan ekonomi dan lainnya serta adanya upaya pihak tertentu yang ingin menguasai tanah secara tidak prosedural.

Perilaku masyarakat demikian, yang seringkali menimbulkan  problem tanah di wilayah ini.

Namun, ia optimis dengan penandatanganan perjanjian kerjasama ini maka kepolisian Sumba Barat siap menindaktegas oknum-oknum tertentu yang berupaya mengganggu atau menghalalkan cara-cara tertentu untuk menguasai tanah.

Baca juga: Atasi Kelangkaan BBM di Sumba Barat, Grace Ora Pantau Pengisian BBM di SPBU di KM 2 dan 3

Karena itu perlu ada kerjasama dan dukungan seluruh masyarakat Sumba Barat untuk membersihkan mafia tanah di Sumba Barat.

Sedangkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Sumba Barat, Imanuel M.Anie menyambut baik penandatanganan kesepakatan bersama Kantor Pertanahan Sumba Barat dengan Kepolisian Resor Sumba Barat tentang pembentukan tim pencegahan mafia tanah dan lainnya sebagaimana berlangsung hari ini, Senin 26 September 2022.  Besar harapan dengan penandatangan kesepakatan bersama ini dapat mencegah ulah oknum-oknum tertentu yang  beroperasi untuk menguasai atau memiliki  tanah dengan cara-cara tidak prosedural.Perilaku mafia tanah itu sering menimbulkan banyak persoalan  tanah di wilayah ini. Ia percaya dengan pembentukan tim pencegahan mafia tanah dan lainnya akan mampu membersihkan aksi para mafia tanah di daerah ini. (pet)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved