Berita Rote Ndao

FKUB NTT Gemakan Dialog Kerukunan Umat Beragama di Pulau Rote

FKUB NTT melaksanakan dialog Kerukunan Umat Beragama di Pulau Terselatan NKRI, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/MARIO GIOVANI TETI
DIALOG - Ketua FKUB Provinsi NTT, Yuliana Salosso saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di Hotel Ricky, Ba'a, Kabupaten Rote Ndao. Sabtu, 24 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT atau FKUB NTT melaksanakan dialog Kerukunan Umat Beragama di Pulau Terselatan NKRI, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao.

Dialog yang bertajuk 'Menemukan Nilai Kerukunan dalam Kearifan Lokal' dilaksanakan FKUB NTT di Aula Hotel Ricky, sejak Kamis, 22 September 2022 dan akan terakhir hari ini, Sabtu, 24 September 2022.

"Kami FKUB NTT dibebankan tugas besar sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 8 dan 9 Tahun 2006, dijelaskan bahwa FKUB melakukan dialog kemudian menampung aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi dan melakukan sosialisasi dan peraturan di bidang keagamaan termasuk pemberdayaan masyarakat," ungkap Ketua FKUB Provinsi NTT, Yuliana Salosso kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu, 24 September 2022.

Ia melanjutkan, menindaklanjuti peraturan tersebut, salah satu program kerja FKUB Provinsi NTT  melakukan dialog dalam tiga tahun terakhir.

"Dialog dengan tema besar yakni menggali kearifan lokal yang berkaitan dengan kerukunan kehidupan umat beragama," sebut Yuli.

Diterangkannya, tahun pertama, FKUB Provinsi NTT mengadakan dialog di daratan Timor. Tahun kedua di daratan Flores dan tahun ketiga di Pulau Rote.

Baca juga: Jaga Toleransi Beragama, Ini Pesan Ketua FKUB Kota Kupang

"Nah tahun ini ada 8 Kabupaten Rote Ndao, Sabu, Alor, Kota Kupang dan 4 Kabupaten di daratan Sumba," ungkapnya.

"Kami memilih Rote, karena di sini kami menemukan keberagaman serta keterjangkauannya yang lebih dekat,"
sambungnya.

Sehingga, tambah Yuli, pihak FKUB Provinsi NTT menghadirkan pemateri yang terwakilkan oleh 8 Kabupaten yang disebutkan.

Pemateri-pemateri tersebut, masih kata Yuli, yang membawakan materi kearifan lokal dari 4 Kabupaten dan juga ada 5 Tokoh Agama yang mewakili lima agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

"Di samping kegiatan dialog, kami juga melakukan kegiatan live in. Giat live in tersebut,  dilaksanakan di Oelua, Kecamatan Loaholu. Kami turun di akar rumput dan mendengar  praktek-praktek positif maupun praktek-praktek negatif yang dirasakan masyarakat di situ," terang Yuli.

Baca juga: Jaga Toleransi Beragama, Ini Pesan Ketua FKUB Kota Kupang

FKUB juga, lanjutnya, melakukan pelatihan tentang bagaimana memelihara ikan dan sayur di pekarangan rumah dalam rangka pemberdayaan, yang disebutkan Yuli, mungkin bukan untuk bisnis, tapi paling tidak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Loaholu.

"Kami juga tidak melihat dari segi satu agama, namun kami mencoba untuk bekerjasama melibatkan beberapa agama dalam kegiatan termaksud, dengan pelatihan dan diskusi," jelas Yuli. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved