Berita NTT
Usai Berkencan, Guru SMA Di Atambua Kabupaten Belu Jadi Korban Pemerasan, Kenalan Melalui MiChat
Seorang tokoh agama yang juga guru salah satu SMA di Atambua, Kabupaten Belu, menjadi korban pemerasan oleh seorang perempuan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Seorang tokoh agama yang juga guru salah satu SMA di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur ( NTT ) menjadi korban pemerasan oleh seorang perempuan.
Perkenalan pengajar SMA dan pelaku pemerasan melalui aplikasi MiChat. Setelah berkenalan, pengajar SMA berusia 60 tahun bersama si wanita bertemu dan berkencan.
Selanjutnya, keduanya intens berkomunikasi hingga bertukar foto. Kemudian keduanya beberapa kali bertemu dan berkencan.
Entah mengapa, si wanita mulai melancarkan aksi untuk mengambil keuntungan dari hubungan mereka berdua.
Dia meminta uang untuk kebutuhan dan keperluan pribadi, dan selalu diberi oleh pengajar SMA.
Namun karena sudah keseringan dan disertai ancaman akan membongkar rahasia jika tidak dikasih uang, sehingga pengajar SMA jengah.
Lantaran merasa menjadi korban pemerasan sehingga pengajar SMA melaporkan wanita pelaku pemerasan ke Polda NTT.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Ariasandy SIK membenarkan adanya kasus dugaan pemerasan yang dilaporkan oleh pengajar SMA terhadap seorang perempuan yang dikenalnya melalui MiChat.
Menurut Kombes Ariasandy, kasus tersebut dilaporkan sejak pekan lalu, dan saat ini dalam proses penyidikan.
Sedangkan oknum perempuan yang dilaporkan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
"Penyidik memproses kasus dugaan pemerasan tersebut dan perempuan itu sudah berstatus tersangka yang saat ini telah ditahan," jelas Kombes Ariasandy. (cr14)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS