Berita Nasional
Anies Baswedan Bongkar Kisah Masa Lalu Saat Prabowo Subianto Mendatanginya, Begini Katanya
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membongkar sebuah fakta tentang masa lalu, ketika DKI Jakarta hendak memasuki fase pilkada tahun 2017 silam.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
Pada pertemuan itu, Anies Baswedan mengaku baru pertama kali mendengar kisah detail tetang perjuangan sang kakek, AR Baswedan.
Kisah tersebut diceritakan lagi melalui unggahan di Facebook pada Kamis 15 September 2022.
Dari cerita itu terungkap AR Baswedan merupakan orang yang bertanggung jawab untuk membawa dokumen penting pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Mesir.
AR Baswedan menjadi salah satu delegasi yang pergi ke Mesir bersama H Agus Salim, Nazir Pamoentjak, dan Rasjidi.
Kakek Anies Baswedan itu membawa dokumen tersebut dari Mesir ke Indonesia untuk disampaikan kepada Ir. Soekarno.
"Di awal Juli 1947, kakek kami, AR Baswedan kembali dari Mesir membawa dokumen pengakuan (de jure) Pemerintah Mesir atas kemerdekaan Republik Indonesia. Ia terdampar di Singapura," kata Anies Baswedan dikutip dari Facebook resmi Anies Baswedan.
Dalam perjalanannya itu, AR Baswedan singgah di Singapura dan bertemu dengan keluarga Omar Baobed.
“Ia lalu mencari dan mendatangi sebuah keluarga yang masih ada hubungan kerabat dengan ibu mertuanya di Semarang,” papar Anies Baswedan.
Baca juga: IRONIS! Dipanggil KPK, Anies Baswedan Malah Senang: Saya Senang Bantu KPK Sejak Masih di Kampus
“Keluarga itu adalah pasangan Syech Awab Baobed dan Siti Aisyah Basyarahil. AR Baswedan meminta bantuan mereka utk menjaga dokumen amat penting itu,” sambungnya.
Anies juga bercerita detail tentang alamat penyimpanan dokumen penting tersebut saat itu.

“Mereka setuju dan disimpanlah dokumen itu di lemari besi/brankas di rumah mereka yang beralamat No.7, lorong 35, Geylang Road, Singapura,” kata Anies Baswedan.
Hingga akhirnya AR Baswedan bisa mengumpulkan uang untuk pulang ke Indonesia dan menyampaikan dokumen tersebut secara langsung kepada Bung Karno.
“Akhirnya pada 13 Juli 1947, AR Baswedan berangkat naik pesawat KLM dari Singapura ke Kemayoran,” tutur Anies Baswedan.
Anies mengaku memang sudah mendengar langsung kisah tentang kakeknya yang terdampar di Singapura.
Tetapi baru kali ini Anies Baswedan mendengarkan langsung ceritanya secara detail.