Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 15 September 2022, Maria Bunda Penolong Abadi
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Maria Bunda Penolong Abadi.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Maria Bunda Penolong Abadi.
RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik merujuk Ibrani 5:7-9, dan bacaan Injil Yohanes 19:25-27, Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Kamis 15 September 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Pada Hari Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita, kita kaum beriman diminta untuk merenung duka hati Maria sejak dirinya dipanggil untuk menjadi murid yang mengandung dan melahirkan Yesus.
Bahwa duka hati Maria sejak ditolak di rumah-rumah penginapan untuk melahirkan Yesus hingga ancaman pembunuhan terhadap Yesus di masa kecil yakni masih sebagai bayi mungil oleh Herodes, raja yang bengis, kejam dan haus darah sampai derita panjang di perjalanan salib hingga akhirnya mati dan mati disalibkan adalah tanda duka suci dari seorang murid yang setia taat.
Oleh duka suci yang ditanggung dengan setia iman dan sikap taat yang mulia itulah Maria digelar perawan suci yang tak bernoda.
Di sini bagi kita kaum beriman, penderitaan mesti dipahami dan diselami dalam-dalam sebagai bagian yang sangat hakiki dan tak terpisahkan dari hidup manusia.
Sikap taat dan setia seperti yang ditunjukkan Maria adalah jalan yang harus kita tempuh betapa pun berat dan lamanya waktu.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini, Rabu 14 September 2022, Salib Suci Pembawa Keselamatan
Maut bukanlah untuk ditakuti dan apa lagi untuk dihindari. Maut bagi manusia adalah kepastian. Tinggal waktunya yang akan tiba bagi setiap orang.
Karena itu maut harus dihadapi dan dikalahkan serta rela memasukinya. Mengapa?
Karena melalui maut itulah menjadi jalan bagi kita menuju hidup kekal. Pesan hidup bagi kita kaum beriman adalah percaya pada pesan Yesus dari atas salib. Yakni, "Ibu, inilah anakmu! Anak, inilah ibumu!"
Pesan Yesus ini sebenarnya mengandung makna di mana Maria menjadi ibu yang patut kita hormati dan kita teladani.
Dan karena itu pasti Maria mendoakan kita dan menyertai seluruh ziarah hidup dan perjuangan kita dengan rahmat keibuannya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 13 September 2022, Santo Yohanes Krisostomus Si Mulut Emas
Maria diperkenalkan Yesus kepada kita agar kita menyadari bahwa Maria adalah bunda penolong dan pembantu abadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Markus-Tulu-SVD-RP_056.jpg)