Unwira Kupang

Mahasiswa Unwira Kupang KKNT-PPM di Desa Oelpuah, Biboki Moenleu Kabupaten TTU

Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Tematik-Pembelajaran Pemberdayaan Ma

Penulis: Paul Burin | Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
BERSAMA SISWA - Para mahasiswa saat bersama dengan pelajar SDN Mena, beberapa waktu lalu. 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Para mahasiswi- mahasiswi  dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Tematik-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKNT-PPM) di  Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU),    11 Juli  sampai  20 Agustus 2022. 

Di desa  itu, mereka sukses melakukan Amancalistung Adikku Mantap Membaca Menulis dan Berhitung di Sekolah Dasar Negri (SDN) Mena, Desa Oepuah.

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Selasa, 13 September 2022, 

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yohanis Devriezen Amasanan menyebut bahwa ​Calistung merupakan hal yang sangat penting yang merupakan pengetahuan dasar bagi anak sebelum ia mengembangkan bakat dan kemampuannya yang lain. Terlebih efek Covid-19 ini sangat berdampak terutama dalam dunia pendidikan  di Indonesia dan di NTT khususnya.  

Pendapat lain juga disampaikan oleh Hieronimus A.K. Dawa, yang akrab disapa Aldo,  yang merupakan Ketua Kelompok Mahasiswa KKNT-PPM Unwira. Ia mengatakan  bahwa hadirnya Amancalistung  juga merupakan penerapan ilmu yang didapatkan oleh mahasiswa khususnya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mereka ingin mentransfer ilmu kepada siswa yang tentu saja memiliki karakter dan kekhasan masing-masing, mengajarkan serta membimbing anak-anak di SDN Mena dari yang tidak bisa menjadi bisa.

Hasil observasi awal pada siswa SDN Mena didapati bahwa sistem pembelajaran di masa Covid-19 menyebabkan ada siswa yang masih mengalami kesulitan membaca tingkat permulaan. Siswa tersebut masih belum bisa merangkai huruf menjadi sebuah kata dan kata menjadi sebuah kalimat bahkan belum mengenal huruf.

 Ia juga mengatakan,  pembelajaran secara daring menyebabkan guru dan murid tidak dapat menunaikan proses pembelajaran membaca terutama bagi siswa-siswi kelas 1, 2 dan 3. Sehingga masih terdapat siswa-siswi yang belum mampu membaca kata ataupun kalimat.

Membaca, menulis dan berhitung kata dia, merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh seorang anak. Calistung menjadi landasan dalam mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya.

 Selain itu, belajar Calistung juga memiliki beberapa manfaat lain,  seperti melatih kepribadian anak. Hal ini bisa dilihat ketika anak berani belajar sesuatu yang baru, yang menandakan anak akan terus berkembang. Meningkatkan kemampuan berfikir yang dapat dilatih melalui berhitung sehingga anak terbiasa untuk memecahkan masalah dengan terstruktur.

​Model pembelajaran untuk kelas satu, yaitu mengenal huruf, mengenal angka, mewarnai dan mengeja. Model pembelajaran untuk kelas dua, yaitu belajar membaca, belajar menulis dan mengeja. Model pembelajaran untuk kelas tiga, yaitu belajar membaca, belajar menulis, belajar berhitung.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved