Breaking News

Unwira Kupang

Unwira Kupang Siap Pecahkan Rekor MURI

Mulai dari pengumpulan anggota untuk paduan suara hingga latihan bersama dengan seluruh anggota paduan suara yang berasal dari Unwira maupun dari berb

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/MARIA SELFIANI BAKI WUKAK
Proses latihan paduan suara dan pengiring untuk kegiatan pemecahan rekor MURI, Minggu (8/6) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Selfiani Baki Wukak 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang bersiap memecahkan dua rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Dua rekor yang masuk dalam pencatatan rekor MURI yakni menyanyikan satu lagu dalam 15 variasi secara serempak oleh ribuan orang serta tarian Ja'i yang mendapatkan dukungan penuh dari Ikatan Keluarga Nagekeo (IKEBANA) dan Ikatan Keluarga Ngada (IKADA).

Seksi Penggerakan Massa yang juga dosen prodi Kimia di Unwira, Gerardi Tukan menyampaikan kepada POS-KUPANG.COM, persiapan dilakukan panitia sejak dua bulan lalu. Mulai dari pengumpulan anggota untuk paduan suara hingga latihan bersama dengan seluruh anggota paduan suara yang berasal dari Unwira maupun dari berbagai kampus yang ada di Kota Kupang.

Selain itu juga ada sekolah dan kelompok kategorial seperti WKRI dan Orang Muda Katolik (OMK). Turut hadir serta pengiring lagu yang merupakan anggota dari salah satu kursus biola serta mahasiswa/i pendidikan musik.

Hingga latihan yang dilaksanakan pada hari Minggu (8/6) kemarin, anggota paduan suara yang sudah hadir berjumlah 2.000 orang dengan pengiring yang membawakan alat musik dan band yang berjumlah 45 orang.

Turut hadir dalam kegiatan latihan tersebut sang pengaransemen lagu tanah tumpah darahku dan juga merupakan tokoh musik NTT, Piet Riki Tukan. 

Latihan yang berjalan selama satu jam ini terdiri dari latihan paduan suara yang menyanyikan 15 variasi dalam lagu Tanah Tumpah Darahku bersama pengiring alat musik biola dalam versi orkestra dan band serta diakhiri dengan latihan tarian Ja'i serta latihan pembentukan formasi burung garuda untuk paduan suara.

Baca juga: Mahasiswa Unwira Kupang Bersihkan Pantai dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa 

"Kegiatan ini diawali dengan Pak Piet yang mengarrasemen lagu itu di tahun 2015, beliau merupakan alumni dosen dari Unwira dan pendiri program studi musik. Kemudian ia seperti kembali ke rumah untuk mengajak keluarga besar unwira untuk menyanyikan lagu ini," jelas Gerardi.

Pementasan lagu dan tarian ini harusnya diadakan saat peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni namun mengalami penundaan ke tanggal 14 Juni karena kegiatan ini diharapkan adanya kehadiran Gubernur NTT, Melki Laka Lena yang menyaksikan secara langsung nanti.

Dalam kepanitian untuk kegiatan ini, Gerardi menyampaikan kegiatan ini diadakan oleh alumni Unwira dengan Unwira itu sendiri.

"Kegiatan ini diadakan oleh alumni Unwira dengan pihak kampus Unwira itu sendiri. Kegiatan ini juga mengusung tema Unwira merawat nasionalisme dengan cinta bangsa melalui menyanyi dan menari," katanya

Dengan adanya kegiatan ini, Gerardi mengharapkan lagu tanah tumpah darahku yang awalnya belum banyak yang mengetahui lagu ini dan dengan adanya kegiatan ini akan semakin dikenal banyak orang maupun kalangan.

Meskipun sempat mengalami kendala dalam mengumpulkan anggota paduan suara, namun menurutnya panitia terus berjuang hingga mengumpulkan anggota sebanyak  2.000 anggota paduan suara.

Harapan Gerardi untuk kegiatan ini saat digelar pada hari Sabtu pagi akan mendapat dukungan dari warga Kota Kupang untuk bisa mensaksikan kegiatan ini maupun terlibat langsung. (ria)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved