Unwira Kupang

Unwira Kupang Gelar Ja'i dan Paduan Suara Massal, Simak Pesan Gubernur NTT

Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar kegiatan Tarian Jai massal dan Paduan Suara Massal

Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
TERIMA PENGHARGAAN- Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Provinsi NTT menerima penghargaan dari Direktur Operasional Rekor Muri. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar kegiatan Tarian Jai massal dan Paduan Suara Massal di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu 14 Juni 2025. 

Kegiatan ini menjadi ajang ekspresi budaya dan kebangsaan yang sarat makna dalam upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melalui Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kanisius Mau, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata civitas akademika Unwira Kupang, serta hasil kolaborasi dengan berbagai pihak dalam merawat semangat kebangsaan dan melestarikan budaya lokal.

"Dua kegiatan penting ini adalah bentuk nyata dari upaya menjaga dan menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan berbudaya," ujar Kanisius saat membacakan sambutan Gubernur.

Menurutnya, Pancasila bukan sekadar ideologi negara, tetapi juga pedoman hidup yang telah mengakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. 

Baca juga: Unwira Kupang Gelar Seminar Internasional Bahas Perdagangan Orang dalam Perspektif HAM

Karena itu, melalui kegiatan seni seperti menyanyi dan menari, nilai-nilai nasionalisme dapat terus ditanamkan secara efektif dan menyentuh.

"Menyanyi menumbuhkan nasionalisme melalui lirik dan melodi. Ini adalah media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan," tegasnya.

Sementara itu, seni tari seperti Ja'i dinilai sebagai refleksi dari nilai-nilai Pancasila yang diwujudkan dalam gerakan dan ekspresi budaya. 

"Tari tradisional ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan cinta tanah air di tengah keberagaman," tambahnya.(rey)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved