Timor Leste

Paus Fransiskus Bakal Kunjungi Timor Leste, Kata Kardinal Baru

Kerinduan masyarakat Timor Leste akan kunjungan Paus Fransiskus ke negara tersebut bakal segera terwujud dalam waktu dekat. 

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SHALOM WORLD
TOPI MERAH - Mgr. Virgilio do Carmo da Silva, Uskup Agung Dili, saat menerima topi merah (topi khas para kardinal) dari Paus Fransiskus pada upacara pengukuhannya sebagai kardinal di Basilika Santo Petrus Vatikan, Sabtu 27 Agustus 2022. Ada 20 kardinal baru yang dikukuhkan pada kesempatan tersebut, termasuk Mgr. Virgilio do Carmo da Silva, sebagai kardinal pertama untuk Timor Leste. 

POS-KUPANG.COM, DILI - Kerinduan masyarakat Timor Leste akan kunjungan Paus Fransiskus ke negara tersebut bakal segera terwujud dalam waktu dekat. 

Hal itu disampaikan Kardinal Timor Leste Kardinal Mgr. Virgilio do Carmo da Silva pada misa syukur atas pengangkatan dirinya sebagai Kardinal pertama Timor Leste.

Kardinal Mgr Virgilio do Carmo da Silva dari Dili mengatakan paus telah mengungkapkan hal ini kepadanya selama pembicaraan pribadi di Vatikan.

Paus Fransiskus akan mengunjungi Timor Leste, negara mayoritas Katolik termuda di Asia, menurut kardinal pertamanya.

Berbicara pada Misa Syukur untuk pelantikannya sebagai kardinal pertama negara itu pada 6 September, Kardinal Dom Virgilio do Carmo da Silva dari Dili mengatakan paus berbicara tentang niat untuk mengunjungi negara itu selama audiensi pribadi dengannya.

“Saya bertemu dengan Paus Fransiskus pada hari terakhir [di Vatikan] dan memberi tahu dia bahwa orang-orang Timor menantikan kunjungannya ke Timor-Leste. Meskipun sulit baginya untuk berdiri, dari kursi roda, Bapa Suci berkata dengan suara keras, 'Saya akan mengunjungi Timor Leste,'” kata Kardinal da Silva.

Baca juga: Kardinal Pertama Timor Leste Pulang, Warga Tumpah Ruah Sambut Mgr. Virgilio do Carmo da Silva

Misa, yang dihadiri oleh ribuan orang, diadakan di Tasi Tolu, sebuah tengara bersejarah bagi para penyembah di negara kecil itu, di mana Paus Yohanes Paulus II merayakan Misa selama kunjungannya pada tahun 1989.

Kardinal itu mengatakan bahwa "hari ini rakyat Timor Leste juga menunggu kunjungan Paus Fransiskus yang dapat memberi mereka harapan untuk menghadapi tantangan apapun."

Ia mengenang, ketika Paus Yohanes Paulus II berkunjung ke negara itu, rakyatnya masih berjuang untuk merdeka dari Indonesia.

Kunjungan singkat 33 tahun yang lalu itu telah memberikan kontribusi yang besar bagi gereja dan umat Katolik di Timor-Leste. “Kedatangannya merupakan anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada hambanya di saat yang kami anggap sangat penting,” tambah Kardinal da Silva.

Paus Fransiskus seharusnya mengunjungi Timor Leste, Indonesia, dan Papua Nugini pada September 2020. Namun, perjalanannya dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Pada bulan Maret, Monsignor Marco Sprizzi, kuasa usaha nunsiatur apostolik di Dili mengatakan setelah bertemu dengan Fidelis Manuel Leite Magalhaes, ketua Dewan Menteri, bahwa kunjungan itu akan dilakukan tahun ini, tetapi tanggalnya tidak dapat dikonfirmasi.

Dia mengatakan pada saat itu bahwa “Paus Fransiskus memiliki Timor Leste di hatinya.”

KARDINAL TIMOR LESTE - Mgr. Virgilio do Carmo da Silva, Uskup Agung Dili (kedua kanan), pada upacara pengukuhannya sebagai kardinal Timor Leste di Basilika Santo Petrus Vatikan, Sabtu 27 Agustus 2022. Ada 20 kardinal baru yang dikukuhkan Paus Fransiskus pada kesempatan tersebut.
KARDINAL TIMOR LESTE - Mgr. Virgilio do Carmo da Silva, Uskup Agung Dili (kedua kanan), pada upacara pengukuhannya sebagai kardinal Timor Leste di Basilika Santo Petrus Vatikan, Sabtu 27 Agustus 2022. Ada 20 kardinal baru yang dikukuhkan Paus Fransiskus pada kesempatan tersebut. (YOUTUBE/SHALOM WORLD)

Sejauh ini, Vatikan belum memberikan pernyataan resmi terkait kunjungan tersebut.

Kardinal Peña Parra, wakil menteri luar negeri Vatikan, diperkirakan akan mengunjungi Timor-Leste bulan ini untuk meresmikan kantor kedutaan di Dili. Dalam kunjungan tersebut, ia juga dijadwalkan untuk merayakan Misa bersama masyarakat Timor dan bertemu dengan para pemuka agama.

Timor-Leste memiliki 1,3 juta penduduk, di mana sekitar 97 persennya beragama Katolik, tersebar di tiga keuskupan — Dili, Baucau, dan Maliana.

Sumber: ucanews

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved