Berita Pendidikan

Siswa SDK Citra Bangsa  Belajar Mengenal dan Membuat Pupuk Organik

Sekolah Dasar Kristen Citra Bangsa Kupang diberi  pengenalan dan pembuatan pupuk organik dalam kegiatan  Projek

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
apolonia matilde dhiu
Ilustrasi: 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Siswa Sekolah Dasar Kristen Citra Bangsa Kupang diberi  pengenalan dan pembuatan pupuk organik dalam kegiatan  Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang digelar pada 25- 27 Agustus 2022.

Kepala SDK CBM, Dra. Dihartati, M.M mengatakan, SDK CBM merupakan salah satu sekolah penggerak di Provinsi NTT khususnya di Kota Kupang yang telah mengembangkan Kurikulum Merdeka Belajar sejak tahun 2021-2022. 

Dihartati yang juga sebagai  penanggung jawab projek mengatakan  projek itu dimaksudkan sebagai pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik sesuai dengan karakteristik lingkungan sekitar. 

"Ini tujuannya agar peserta didik memiliki kompetensi global dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," kata Dihartati.

Sementara itu, kegiatan tersebut mengambil tema tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” dengan tujuan agar peserta didik dapat mengetahui tentang pengolahan dan pemanfaatan sampah (organik dan anorganik). 

Sejalan dengan tema tersebut, maka kegiatan yang dipilih adalah membuat rumah dari sampah plastik (bekas kemasan air mineral ukuran 1,5 l) dan pembuatan pupuk organik.

Rumah dari sampah plastik dijadikan sebagai rumah tanaman yang di dalamnya akan berisi tanaman sayur-sayuran dengan menggunakan wadah tanam dari limbah plastik sedangkan untuk pupuk organik akan dibuat tiga jenis pupuk yaitu bokashi, kompos, dan POC dari limbah rumah tangga (limbah sayuran dan buah) dan limbah pertanian.

Kedua kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap hingga semester pertama ini berakhir. 
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengumpulan kemasan air mineral ukuran 1,5 liter dan sampah organik atau limbah sayuran dan buah yang dilakukan oleh seluruh siswa SDK CBM selama 2 hari dan telah dilaksanakan tanggal 25 dan 26 Agustus 2022.

Tahap kedua dalam projek ini  adalah pembuatan pupuk organik, yaitu bokashi dan POC berbahan limbah sayuran, buah, dan limbah pertanian yang dilaksanakan tanggal 27 Agustus 2022.

Pada tahapan ini, Tim Koordinator melakukan pendekatan dengan salah satu orang tua murid yaitu Nova D. Lussy, S.P., M.Sc. yang juga berprofesi sebagai Dosen di Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk menjadi nara sumber. 

Pelaksanaan pembuatan pupuk organik oleh Tim Koordinator melibatkan guru dan utusan/perwakilan siswa dari kelas 4 dan 5, untuk setiap kelas diwakili oleh 3 orang siswa sehingga total peserta berjumlah 40 orang terdiri dari 30 siswa dan 10 guru. Siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi fasilitator untuk teman-teman sekelasnya. 

Pembuatan pupuk organik khususnya bokashi dan POC dari limbah rumah tangga (limbah sayuran dan buah) diawali dengan penyuluhan tentang pupuk dan manfaatnya oleh nara sumber dan dilanjutkan dengan pembuatan bokashi dan POC. Bahan baku pembuatan bokashi, yaitu: sekam padi, pupuk kandang ayam, dan limbah sayuran-buah, sedangkan untuk bahan POC adalah limbah sayuran-buah. Pembuatan kedua jenis pupuk ini mengikuti prosedur umum yang biasa dilakukan dan akan difermentasikan selama 2 minggu sebelum digunakan dalam kegiatan budidaya tanaman.

Tahapan kegiatan selanjutnya adalah pembuatan kompos, pembuatan rumah plastik, dan persiapan budidaya tanaman sayuran dengan memanfaatkan produk bokashi dan POC yang dibuat sebelumnya di Bulan Desember 2022 mendatang telah siap untuk dipanen dan dipamerkan dalam Acara Panen Hasil sebagai Puncak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Ketua Koordinator Projek, Lena Natalia, S.Th mengatakan, selama berjalannya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Sekolah khususnya Tim Koordinator mendapat dukungan dari berbagai pihak,  yaitu orang tua murid, Komite sekolah dan seluruh stakeholder SDK CBM, berupa support material untuk pembuatan pupuk dan rumah plastik berupa sampah organik dan anorganik, selain itu dukungan dari orang tua murid berupa kesediaan menjadi narasumber sesuai tema/kegiatan yang dipilih. 

Natalia mengharapkan, projek ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran kontekstual dan melatih peserta didik untuk berpikir kritis ketika diperhadapkan dengan persoalan lingkungan hidup yang berkaitan dengan pemeliharaan alam semesta dan juga merupakan amanat yang Tuhan berikan bagi manusia untuk menguasai dan menakhlukkan bumi (Kejadian 1:28).

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan projek ini maka dibentuk suatu Tim Koordinator yang terdiri dari  Penanggungjawab, Dra. Dihartati, M.M; Ketua, Lena Natalia, S.Th;  Sekretaris 1: Yudith V. M. Meko, S.Si; Sekretaris 2, Yuni D. P. Padji Mamo, S.Pd.; Bendahara: Yumima I. Riwu, S.Pd dengan seksi perlengkapan/pengadaan, Jeffrid Taimenas, S.Pd.  (*)

Dokumentasi: 


Pengenalan dan pembuatan pupuk organik di SDK CBM Kupang.

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved