Berita Sikka

Kisah Anggota DPRD Sikka, Simon Subandi, Kuliah Peternakan Kerja di Bidang Politik

Simon "banting setir" memantapkan diri untuk terjun dalam dunia politik atau dalam istilah lain fokus di dunia politik hingga kini.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM / NOFRI FUKA
TALK SHOW - Anggota PAW DPRD Sikka, Ir. Simon Subandi, saat mengikuti Talk Show Flores Bicara di Kantor TribunFlores, pada Kamis 1 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Perjalanan karier seseorang tak dapat diprediksi. Hal yang dijalani pada masa yang lalu belum tentu sama pada masa yang akan datang.

Pernyataan di atas hampir sejalan dengan karier salah satu Anggota DPRD Sikka saat ini, Ir. Simon Subandi.

Pasalnya, tahun 1983, usai menamatkan perkuliahan di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengambil jurusan sosial ekonomi peternakan dan bergulat dalam pekerjaan sebagai markerting, Simon "banting setir" memantapkan diri untuk terjun dalam dunia politik atau dalam istilah lain fokus di dunia politik hingga kini.

Baca juga: Jeli Melihat Kebutuhan Urgen Rakyat, Ini Pesan Bupati Sikka, Saat Lantik 17 Kades di Sikka

Hal itu ia lakukan setelah kembali ke Maumere. "Ketika kembali ke Maumere, saya sempat membuka usaha berjualan dan bidang saya adalah marketing. Ketika itu saya ditawari oleh salah satu senior saya, Kakak Ambros untuk maju mencalonkan diri. Semenjak itu, ketika sudah terjun dalam politik, sayapun mulai memantapkan diri untuk fokus dalam dunia politik," tutur Simon saat menghadiri Talk Show Flores Bicara di Studionya TribunFlores, Kamis 1 September 2022.

Menengok perjalanan pendidikan Simon, tahun 1983, usai tamat SMA, ia bersama temannya dari SMA Sint. Gabriel Maumere diseleksi nilai rapornya tanpa tes oleh tim dari Institut Pertanian Bogor, hasilnya mereka berdua lulus dan dapat berkuliah di kampus IPB.

"Tahun 1987 ketika dalam proses menyelesaikan kuliah saya ditawari pekerjaan oleh perusahaan di Bogor,  sayapun bekerja di bidang peternakan dari Tahun 1987-1990. Lalu Tahun 90 saya pindah ke Malang, itu kerja sebagai kepala cabang pendistribusian obat pakan ternak," kata Simon, menceritakan awal karier yang ia bangun di Pulau Jawa.

Baca juga: Simak Daftar Nama 17 Kepala Desa atau 17 Kades di Kabupaten Sikka Yang dilantik 

Melalang buana di Pulau Jawa sebagai seorang pekerja di bidang marketing pada berbagai Perusahaan,  Simon akhirnya kembali ke tanah tercinta, Kabupaten Sikka pada 2008.

Di Sikka, Simon sempat melanjutkan kariernya di bidang Marketing juga bekerja di badan asuransi. Namun seperti yang disebutkan di atas, di sela-sela menjalankan pekerjaanya, ia ditawari salah seorang kakaknya untuk bergabung dalam partai politik (parpol) dan mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif di Kabupaten Sikka.

Hal itu merupakan suatu keputusan yang menurut Simon sangat berbanding terbalik dengan latar belakang pendidikan juga profesi yang ia geluti selama belasan tahun belakangan itu.

Baca juga: Pendukung Kades Tiup Feko Genda Meriahkan Pelantikan Kades di Sikka

Namun, Kata Simon, ia menyanggupi ajakan itu dan bergabung dengan parpol serta kemudian mencalonkan diri. Baginya, itu merupakan sebuah pilihan yang bebas dan semuanya tergantung dari keputusan rakyat itu sendiri. Ia menikmati profesi baru yang ia mulai saat itu.

"Saya ditawari masuk Parpol juga itu karena aktivitas  saya sebagai marketing yang harus berusaha bagaimana memperkenalkan produk jualan saya kepada customer agar dibeli. Saya juga tidak punya pikiran apakah mau jadi DPR atau tidak, saya terima saja," ucapnya.

Dan mulai saat itu, Simon mengambil keputusan untuk fokus dalam dunia politik.

Menjejaki karier sebagai politikus di Kabupaten Sikka, ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Pasang surut karier politiknyapun senantiasa mewarnai hidupnya dari Tahun 2008 hingga kini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved