Berita NTT
Kenaikan BBM, DPRD NTT Sampaikan Masyarakat Tidak Perlu Panik
Pemerintah ingin menaikkan harga Bahan Bakar Minyak BBM bersubsidi. Beban APBN yang berlebihan menjadi alasan pemerintah membuat
Dengan kenaikan BBM, menurut dia, justru akan menambah pengeluaran bagi masyarakat yang diikuti dengan kenaikan harga barang. Dengan skema yang disiapkan ini, minimal penyaluran harus tepat sasaran. Politisi Gerindra itu menyoroti data yang perlu dibenahi.
Ia menilai, data yang siapkan harus valid agar penyaluran itu bisa sampai ke penerima manfaat. Yan khawatir dengan tahun-tahun politik yang, bisa saja disalahgunakan oleh oknum nakal memanfaatkan kesempatan ini.
Baca juga: Kuliner Khas NTT : Babi Rica vs Kamangi Hutan yang Lecker Pake Kurus Padi ala Ferry Ndoen
Kenaikan BBM ini, baginya dampaknya sangat besar meski Pemerintah memberikan subsidi lewat bansos. Dia berharap data yang menjadi acuan itu harus selalu diperbaharui. Sebab, jika tidak maka bansos itu bisa diterima oleh orang yang seharusnya menerima bantuan tersebut.
"Kalau memang mau dibantu ya tolong dibenahi dulu data-datanya. Bisa diupdate dulu sehingga waktu penyaluran itu tidak salah sasaran," tegas Yan Windi.
Dia juga menyarankan agar proses pendataan hingga penyaluran melibatkan pemerintahan ditingkat paling bawa, seperti RT dan RW.
Yan kembali menegaskan agar bantuan-bantuan dari pemerintah pusat itu tidak lagi mengganggu dana desa sebagaimana penyaluran bansos beberapa waktu lalu itu. Sebab, kata dia, ketika menggunakan dana desa maka banyak aktivitas di desa juga terkena dampak atau terhambat. (Fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/spbu-valen.jpg)