Berita Flores Timur

Workshop IKM, SMPN Panca Marga Kolimasang Hasilkan Dokumen Pembelajaran

Berbagai satuan pendidikan beserta guru-guru baik secara mandiri maupun berkelompok juga melaksanakan kegiatan sosialisasi kurikulum merdeka

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-Ary Tokan
TANDATANGAN - Kepala SMPN Panca Marga Apollonia Gerinus Gola menandatangani dokumen pembelajaran setelah melaksanakan workshop kurikulum merdeka 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Setelah berlaku dan bergulirnya kurikulum merdeka, Dinas Pendidikan Flores Timur (Flotim) gencar melakukan sosialisasi.

Berbagai satuan pendidikan beserta guru-guru baik secara mandiri maupun berkelompok juga melaksanakan kegiatan sosialisasi kurikulum merdeka

Hal inipun dilakukan pihak SMP Negeri Panca Marga Kolimasang, Kecamatan Adonara yang merupakan salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Flores Timur.

Pengelola sekolah melaksanakan kegiatan workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) selama tiga hari sejak Kamis 25 - 27 Agustus 2022.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber Pengawas Dinas PKO Kabupaten Flores Timur, Yoseph Hilarius Sabon Lamak dan IKM Balai Guru Penggerak NTT yang juga Ketua Agupena Flores Timur, Muhammad Soleh Kadir. 

Dalam workshop itu, Kepala SMP Panca Narga, Apollonia Gerinus Gola dan guru-guru peserta workshop membangun komitmen bersama untuk menghasilkan berbagai perangkat pembelajaran sebagai dokumen utama dalam proses pembelajaran di kelas.

"Bagi sebagian guru, sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka sangat tidak efektif, yang dibutuhkan adalah workshop. Oleh karena itu dibutuhkan praktisi pendidikan yang benar-benar memiliki kompetensi yang mempuni mengenai Implementasi Kurikulum Merdeka. Dan, SMPN Panca Marga telah melakukannya," ujar Apollonia kepada wartawan, Senin 29 Agustus 2022.

Ia mengatakan dalam workshop itu, Pengawas Dinas PKO, Yoseph Lamak menyajikan materi pengenalan kurikulum merdeka dan dilanjutkan dengan materi platform merdeka mengajar oleh Guru Penggerak Angkatan 2 Kemdikbud Ristek yang juga Pengajar Praktik Angkatan 6, Muhammad Soleh Kadir.

"Dari materi-materi ini kemudian dilanjutkan dengan materi penyusunan alur tujuan pembelajaran," katanya. 

Ia mengaku narasumber yang juga penulis buku berbagai genre itu begitu piawai menuntun guru-guru peserta untuk mengunduh Capaian Pembelajaran (CP). Usai CP terunduh, seluruh peserta dituntun untuk menurunkan Capaian Pembelajaran menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), dengan cara memisahkan kompetensi dan konten yang ada dalam kalimat CP elemen.

Selanjutnya, para peserta dituntun membuat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dengan cara menyandingkan TP yang telah dirancang tersebut dengan silabus K13, lalu menyesuaikan dengan CP yang ada. Hasilnya, satu berkas ATP pun dihasilkan dan langsung diprint out di akhir kegiatan.

"Narasumber juga menyajikan materi penyusunan modul ajar berdasarkan ATP, lalu peserta dituntun membuat modul ajar per-item modul, sesuai landasan teoritis dan praktis," tandasnya.

"Workshop ini ditutup dengan materi penyusunan ragam asesmen kurikulum merdeka, dilanjutkan dengan membuat perangkat asesmen, yakni asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif. Dan hasilnya, SMPN Panca Marga menjadi sekolah pertama yang hasilkan dokumen pembelajaran," tutupnya. (*) 

 
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved