Sidang Kasus Astri Lael

Sidang Kasus Astri Lael, Randi Badjideh Bisa Bebas Jika RKUHP Ditetapkan

tidak ada pergolakan politik yang berarti, tidak ada demonstrasi menolak RKHUP lagi. Sehingga DPR menetapkan RKHUP menjadi KUHP

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.POS-KUPANG.COM
TERDAKWA - Sidang kasus Randy Badjideh di pengadilan negeri Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabe menunggu putusan pengadilan.

Randi Badjideh sebagai tersangka dalam kasus ini dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana hingga pasal terkait UU perlindungan anak. 

Sidang putusan Randi Badjideh bakal digelar, Rabu 24 Agustus 2022 di Pengadilan Negeri Kupang.

Lima hakim memimpin persidangan sejak awal kasus itu masuk ke meja hijau. Randi Badjideh diancam dengan hukuman maksimal atau penjara seumur hidup. 

Menanggapi itu, Pengamat Hukum Undana Kupang, Dr. Deddy Manafe menyebut, Randi Badjideh bisa dinyatakan bebas jika RKHUP ditetapkan menjadi KUHP, yang direncanakan bergulir pada September 2022. 

Baca juga: Sidang Kasus Astri dan Lael, Randy Badjideh Menangis Saat Bacakan Pledoi Pribadi

"Kalau hakim menjatuhkan putusan pidana mati, mudah-mudahan dia harus berdoa panjang lebar bahwa nanti September ini tidak ada pergolakan politik yang berarti, tidak ada demonstrasi menolak RKHUP lagi. Sehingga DPR menetapkan RKHUP menjadi KUHP," sebutnya, Selasa 23 Agustus 2022. 

Menurut dia, dalam RKHUP yang sekarang lagi dibahas, merupakan pidana mati dan menjadi pidana khusus bukan pidana pokok yang ke pidana umum. Kalau pembunuhan oleh Randi Badjideh ini dan terkait UU perlindungan anak ini pidana umum semua.  Sementara dalam Perlindungan anak tidak mengenal pidana mati. 

"Sehingga nanti pidana mati ini, pasti akan dihapuskan pada saat RKUHP menjadi KUHP," imbuhnya. 

Dalam RKUHP itu ada konsep pasal transisi yang berlaku dua tahun. Artinya, kalau diputus pada 24 Agustus 2022, berarti 24 Agustus dua tahun lagi, pidana matinya terdakwa dihapuskan. 

Baca juga: Randy Badjideh Anggap Astri Lael Binatang, JPU Sebut Tidak Ada Hal Meringankan Suami Ira Ua

"Karena KUHP baru diberlakukan dua tahun setelah ditetapkan. Dengan kata lain, 2024 baru pidana matinya Randy baru akan dihapuskan. Dan saya punya keyakinan dalam dua tahun itu dia belum dieksekusi," jelasnya. 

Dia berpandangan, dalam trend Pemerintahan Jokowi bahwa yang segera dieksekusi itu adalah terpidana mati narkoba.

Sedangkan terpidana mati atau pidana umum, masih banyak yang di lapas. Seperti halnya di Kupang yang masih banyak berada di Lapas. 

Dia menduga, banyak terpidana mati dalam pidana umum menginginkan agar RKHUP segera ditetapkan. 

"Inilah perkembangan hukum pidana kita," sebutnya. 

Dia menyampaikan agar para pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabe, untuk tidak kecewa, bila nanti Randi Badjideh bebas seiring penetapan RKHUP. 

Untuk itu, pihak terkait khususnya orang-orang yang turut berjuang dalam pengungkapan kasus ini, untuk melihat perkembangan hukum yang terjadi sehingga tidak ada tafsir lainnya. (*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved