Sabtu, 25 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 22 Agustus 2022, Iman dan Tindakan

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Eman Kiik Mau dengan judul Iman dan Tindakan.

Editor: Agustinus Sape
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - RD. Eman Kiik Mau menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Senin 22 Agustus 2022 dengan judul Iman dan Tindakan. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Eman Kiik Mau dengan judul Iman dan Tindakan.

RD. Eman Kiik Mau menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan Injil Matius 23:13-22, Peringatan Santa Perawan Maria Ratu

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan teks lengkap bacaan Senin 22 Agustus 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Iman perlu diwujudkan lewat perbuatan yang nyata.

Yesus mengecam dan menegur orang Farisi dan ahli Taurat sebab di hadapan umum, mereka tampil sempurna dalam melaksanakan ritual keagamaan secara baik, suci dan saleh, tetapi dalam perbuatan dan tindakan sangat berbanding terbalik. Mereka bersikap munafik. Sikap munafik menghambat dan menghalangi orang lain untuk melihat dan menemukan kebenaran.

Yesus menghendaki agar kita tidak seperti orang munafik yang selalu menampilkan diri di luar dengan baik, rajin berdoa, ibadah, pandai berkata bijak tapi hatinya penuh rencana jahat. Kita dituntut untuk hidup jujur dan tulus hati.

Seringkali hidup dan tindakan kita tidak sesuai dengan apa yang kita ajarkan, kita katakan serta yang kita lakukan. Sebagai orang beriman, hendaklah kita sadar diri akan identitas diri kita sebagai orang beriman agar tindakan, perkataan selaras dalam hidup harian kita.

Godaan terbesar dalam pelayanan adalah egoisme. Bukan demi Tuhan kita melayani, tetapi demi diri sendiri. Egoisme ini sering membuat kita mendominasi pelayanan, seolah-olah kitalah yang paling berkuasa di situ.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 22 Agustus 2022, Maria Memiliki Segala Kebaikan Tuhan

Marilah kita layani dengan sukacita dan rendah hati, karena kita adalah hamba yang dipercaya oleh Tuhan untuk melayani Dia dan sesama.

Santo Alfonsus Maria de Liguori menulis demikian: Yesus adalah Raja Semesta Alam, Bunda Maria adalah Ratu Semesta Alam.

Bunda Maria adalah seorang Ratu. Sebagai seorang Ratu, Bunda Maria itu seorang yang begitu manis, lemah lembut dan begitu siap sedia menolong kita dalam kemalangan-kemalangan kita, hingga Gereja kudus menghendaki agar kita menyalaminya dalam doa ini di bawah gelar Ratu Kerahiman.

Satu hal yang menarik dari kisah Bunda Maria ialah bagaimana ia terpanggil dan terpilih menjadi seorang ibu, seorang Juru Selamat. Bahkan dia pun diberi gelar Ratu. Keratuan Bunda Maria bukanlah gelar suatu kerajaan di dunia ini.

Bunda Maria menjadi Ratu Iman. Keteladanan Iman Maria yang mendalam dan begitu sederhana menjadi suatu pola kesempurnaan sehingga ia layak dipilih menjadi Bunda Allah.

Bunda Maria Ratu mengajak kita meneladani apa yang harus kita lakukan sebagai orang-orang terpanggil, sehingga pada akhirnya dari sini kita pun menjadi seorang yang terpilih yang mampu dimuliakan di surga.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 21 Agustus 2022, Arena

Allah Bapa Maha Baik. Melalui Bunda Maria, ajarlah kami untuk semakin mengembangkan iman kami. Buatlah iman kami menjadi mendalam dan kami mampu memaknai kesederhanaan dalam kerendahan hati kami. Santa Maria Ratu, doakanlah kami. Amin.*

Teks Lengkap Bacaan Renungan Harian Katolik Senin 22 Agustus 2022

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Senin 22 Agustus 2022.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Senin 22 Agustus 2022. (Tokopedia)

Bacaan Pertama: 2Tesalonika 1:1-5.11b-12

“Nama Tuhan kita dimuliakan dalam kamu dan kamu dalam Dia.”

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:

Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.

Semoga Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

Demikianlah sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Maz. 96:1-2a.2b-3.4-5

Refr. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.

3. Sebab Mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit

Bait Pengantar Injil: Alleluya

U : Alleluya, alleluya, alleluya

Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.

Bacaan Injil: Matius 23:13-22

“Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta!”

Inilah Injil suci menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, karena kalian menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang. Sebab kalian sendiri tidak masuk dan kalian merintangi mereka yang berusaha masuk.

Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian menelan rumah janda-janda sementara mengelabui indra orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kalian pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.

Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian mengarungi lautan dan menjelajah daratan untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kalian menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat daripada kalian sendiri.

Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata, ‘Bila bersumpah demi bait suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas bait suci, sumpah itu mengikat.’

Hai kalian orang-orang bodoh dan orang-orang buta, manakah yang lebih penting, emas atau bait suci yang menguduskan emas itu?

Dan kalian berkata, ‘Bila bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.’

Hai kalian orang-orang buta, manakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?

Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.

Dan barangsiapa bersumpah demi bait suci, ia bersumpah demi bait suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.

Dan barangsiapa bersumpah demi surga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved