HUT RI ke 77

Upacara HUT RI ke-77 di Sumba Barat Dihebohkan Dengan Aksi 5 Eks Tenaga Kontrak Daerah

Bentangan poster yang ada bernada protes karena tidak terakomodir pada SK pengangkatan tenaga kontrak daerah Sumba Barat per 1 Agustus 2022

Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
PENJELASAN - Sekretaris Kesbangpol Sumba Barat, Lobu Ori, S.Pd, M.Pd  sedang memberi penjelasan kepada 5 peserta aksi protes karena namanya tidak terakomodir dalam SK pengangkatan TKD tanggal 1 Agustus 2022 di ruangan tunggu rumah jabatan bupati Sumba Barat, Rabu 17 Agustus 2022.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK- Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Lapangan Manda Elu, Kota Waikabubak, Sumba Barat, Rabu 17 Agustus 2022 pagi dikejutkan dengan kehadiran 5 orang eks tenaga kontrak daerah.

Mereka secara tiba-tiba membentangkan poster di pinggir Lapangan Manda Elu, depan rumah jabatan bupati Sumba Barat.

Bentangan poster yang ada bernada protes karena tidak terakomodir pada SK pengangkatan tenaga kontrak daerah Sumba Barat per 1 Agustus 2022.

Aksi diam itu berlangsung tepat pada saat Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade S.H memulai pidato peringatan HUT RI ke-77.

Aksi diam dengan hanya membentangkan poster bernada protes seketika menarik perhatian masyarakat dan para petugas kepolisian serta Satpol PP yang sedang bertugas menjaga keamanan  dan ketertiban demi lancarnya apel peringatan HUT RI ke-77 tersebut.

Seketika para petugas Satpol PP dan kepolisian menertibkan aksi tersebut dengan meminta menurunkan poster dan menyimpannya. Sempat terjadi adu argumentasi peserta aksi dengan aparat kepolisian yang bertugas.

Baca juga: 169 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Waingapu Terima Remisi HUT RI ke-77

Kepada  peserta aksi protes, kepolisian Polres Sumba Barat meminta agar menghentikannya karena aksi itu dapat mengganggu jalannya perayaan HUT RI ke-77.

Kepolisian tidak melarang melakukan aksi namun momentumnya kurang tepat. Selanjutnya, untuk melakukan aksi harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan bukan menurut kemauan sendiri.

Terhadap hal itu peserta aksi dalam hal ini Mey Pono, guru IPA SMPN I Kota Waikabubak dan Novita Peda Karau, SKM,  TKD pada Puskesmas Padede Watu, Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat dan 3 teman lainnya  mengatakan aksi protes tersebut terpaksa harus dilakukan.

Pasalnya, selama ini mereka berkeinginan bertemu bupati selalu gagal. Setiap kali datang ingin bertemu, selalu mendapat jawaban bapa bupati sedang sibuk.

Dikatakan, aksi protes ini bukan hanya lima orang saja. Tetapi jumlahnya cukup banyak . Mereka yang lain berdiri disekeliling lapangan Manda Elu ini.

Menurut ketiganya, aksi protes itu sama sekali tidak mengganggu jalannya upacara peringatan HUT RI ke-77 karena hanya berdiri diam seraya membentangkan  poster.

Baca juga: Di Sumba Barat Daya, Pelajar dan Guru Bersihkan Lapangan Sepak Bola Waimangura Lokasi HUT RI Ke-77

Apa yang dilakukan itu ingin menunjukan kepada bupati bahwa mereka masih ada dan butuh perhatian dari bupati orangtua. Mereka melakukan aksi itu karena namanya tidak terakomodir dalam SK pengangkatan tenaga kontrak daerah Sumba Barat per 1 Agustus 2022.

Padahal pada SK pengangkatan tenaga kontrak daerah per 25 April 2022, namanya masih ada.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved