HUT RI ke 77
Jokowi Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen Tahun Depan
Joko Widodo mematok target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mematok target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( RAPBN ) 2023.
Target ini melihat asumsi dasar ekonomi makro dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian nasional disertai tantangan krisis global.
"Pemerintah akan penciptaan lapangan pekerjaan baru sehingga penyerapan tenaga kerja juga bertambah," kata Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI, Selasa 16 Agustus 2022.
Kepala negara meyakini ekspansi produksi yang konsisten akan terus didorong untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
"Berbagai sumber pertumbuhan ekonomi baru harus segera diwujudkan agar sumber pertumbuhan semakin luas," tutur Jokowi.
Selanjutnya, pelaksanaan berbagai agenda reformasi struktural akan terus diakselerasi untuk transformasi perekonomian.
Tak hanya itu, investasi juga harus dipacu dan daya saing produk manufaktur nasional di pasar global harus ditingkatkan.
Baca juga: Jokowi : Korupsi Besar Jiwasraya-Garuda Berhasil Dibongkar
Sebab menurutnya, dengan semakin kuatnya sektor swasta sebagai motor pertumbuhan ekonomi, manajemen kebijakan fiskal dapat lebih diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara perbaikan produktivitas dan daya saing.
"Bauran kebijakan yang tepat, serta sinergi dan koordinasi yang semakin erat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan menjadi modal yang kuat dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional serta penguatan stabilitas sistem keuangan," jelas Jokowi.
Di tahun depan, pemerintah menargetkan inflasi di level 3,3 persen.
Menurutnya, angka tersebut sudah mempertimbangkan inflasi dari eksternal, terutama inflasi pangan dan energi.
"Asumsi inflasi pada level ini menggambarkan keberlanjutan pemulihan dari sisi permintaan terutama perbaikan daya beli masyarakat," ucap Jokowi.
Nilai tukar rupiah, lanjut Jokowi, diperkirakan bergerak dalam rentang Rp14.750 per dolar AS dan rata-rata suku bunga Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun diprediksi sebesar 7,85 persen.
Lalu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diproyeksi sebesar 90 dolar AS per barel.
Kemudian, lifting minyak ditargetkan 660 ribu barel per hari dan gas bumi 1,05 juta barel setara minyak per hari.
Baca juga: Farel Prayoga Bius Para Pejabat, Prabowo Hingga Sri Mulyani Joget di Depan Jokowi