Rabu, 22 April 2026

Berita Manggarai Barat

Bakti Kominfo Gelar Martabak Edisi Pemred Bersama di Labuan Bajo

peluang penting yang muncul untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah adopsi Teknologi Informasi dan Digital. 

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-HUMAS KOMINFO MABAR
SUASANA - Suasana Martabak bersama Menteri Kominfo, Johnny G Plate didampingi Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif dan 18 Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Nasional di Ayana Hotel Labuan Bajo, Sabtu 14 Agustus 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar kegiatan Mari Carita Tentang BAKTI (Martabak) bersama Menteri Kominfo, Johnny G Plate didampingi Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif dan 18 Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Nasional di Ayana Hotel Labuan Bajo, Sabtu 14 Agustus 2022.

"Visi Pemerintah pada tahun 2045 adalah Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar kelima," ungkap Menteri Kominfo, Johnny G Plate dalam keterangan yang diterima POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Agustus 2022.

Dijelaskan, guna mewujudkan hal tersebut, secara bersama-sama perlu mengoptimalisasi berbagai tren dan peluang penting yang muncul untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah adopsi Teknologi Informasi dan Digital. 

Baca juga: Bahas Tiga Isu, Menkominfo Johnny G Plate Optimis DEWG Presidensi G20 di Kota Labuan Bajo Sukses

Hal ini sejalan dengan berbagai studi yang menunjukkan bahwa Indonesia juga memiliki potensi Ekonomi Digital yang luar biasa. Indonesia diakui sebagai “negara dengan posisi yang baik untuk menjadi the next digital-hub di Asia Tenggara.” 

Valuasi ekonomi digital Indonesia jika dilihat berdasarkan Gross Merchandise Value diperkirakan sekitar 70 miliar dolar AS di tahun 2021 dan akan menjadi 146 miliar dolar AS pada tahun 2024. Dengan percepatan transformasi digital, valuasi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2030 bahkan bisa mencapai 330 miliar dollar AS. 

Potensi pertumbuhan ekonomi digital ini tidak terbatas di area perkotaan saja. Ada potensi pergeseran pertumbuhan ekonomi digital dari kota metropolitan ke daerah non-metropolitan. Ekonomi digital di daerah non-metropolitan diperkirakan akan tumbuh lima kali lipat pada tahun 2025 dan semakin memperbesar ekonomi digital Indonesia. 

BAKTI sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Komunikasi dan Informatika, telah mengupayakan banyak hal untuk mengoptimalisasi peluang tersebut, khususnya di daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T). BAKTI telah mengerjakan berbagai proyek infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), baik yang di darat seperti Base.

Baca juga: Menkominfo Johnny G Plate Disambut Natoni

Transceiver Station (BTS) dan Akses Internet, serat optik Palapa Ring yang melintasi laut, maupun layanan satelit yang berada di luar angkasa. 

Saat ini BAKTI telah menyediakan infrastruktur BTS di 1.682 lokasi dan melakukan upgrade layanan ke 4G. BAKTI juga sedang menuntaskan kebutuhan sinyal 4G di 9.113 desa/kelurahan melalui penyediaan BTS 4G di 7.904 lokasi. 

Layanan Akses Internet telah disediakan di 15.878 lokasi layanan, dengan proporsi terbanyak digunakan untuk layanan pendidikan, kantor pemerintahan, dan pelayanan kesehatan. 

Untuk Palapa Ring, sebagai jaringan tulang punggung yang telah dibangun sepanjang 12.229 KM, telah menghubungkan 57 Kabupaten/ Kota. Rencananya, BAKTI akan meningkatkan utilitas dan resiliensi Palapa Ring ini dengan menambahkan serat optik yaitu Palapa Ring Integrasi sepanjang 11.258 KM. 

Sedangkan untuk satelit, BAKTI tengah menyiapkan SATRIA-1 dengan kapasitas 150 Gbps yang direncanakan akan meluncur pada kuartal kedua tahun 2023. Satelit SATRIA-1 ini akan memiliki backup, yaitu Hot Backup Satellite (HBS) dengan kapasitas 80 Gbps yang disiapkan untuk meluncur juga pada kuartal kedua tahun 2023. 

Baca juga: Resmikan Gedung Rektorat Unwira, Johnny G Plate Gunting Pita dan Tanda Tangan Prasasti

Kedepannya, BAKTI akan meluncurkan SATRIA-2 untuk mencukupi kebutuhan kapasitas satelit, dimana SATRIA-2 akan hadir dengan kapasitas 300 Gbps. 

BAKTI tidak hanya menyediakan infrastruktur TIK, tetapi juga mengupayakan pemanfaatan maksimal dari infrastruktur yang ada, melalui penyediaan solusi ekosistem, seperti pada ekosistem di sektor pendidikan, literasi digital, kesehatan, pariwisata, UMKM/e-commerce, dan e-government. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved