Berita NTT

Kepala Perwakilan BI Sampaikan Strategi Pengendalian Inflasi di NTT, Ini Strateginya

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja menyampaikan strategi pengendalian inflasi

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
HLM TPID dengan tema Sinergi Pengendalian Inflasi Melalui Optimalisasi Potensi Daerah Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dihadiri oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, para Bupati atau Wakil Bupati se-NTT, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Direktur Bank NTT dan Pimpinan Pertamina di lantai lima Bank NTT Kantor Pusat pada Jumat, 12 Agustus 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja menyampaikan strategi pengendalian inflasi di NTT.

Dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (HLM TPID) provinsi NTT bertema Sinergi Pengendalian Inflasi Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan yang dilaksanakan di lantai lima Bank NTT Kantor Pusat pada Jumat, (12/8/2022), secara umum disampaikan Nyoman, strategi pengendalian inflasi di provinsi NTT dalam jangka pendek, antara lain mengintensifkan operasi pasar, kerjasama antardaerah, pemetaan produksi dan distribusi serta pengkinian database, komunikasi kepada masyarakat serta mendorong penggunaan produk-produk olahan, mendukung subsidi angkutan komoditas dan perlu dimasifkan kampung sadar inflasi di semua kabupaten dan kota.

Sedangkan strategi jangka menengah hingga jangka panjang, lanjut Nyoman, di antaranya adalah memastikan ketersediaan data sektoral masing-masing kabupaten atau kota, klaster komoditas ketahanan pangan, closed loop model kemitraan agribisnis, pembuatan cold storage, mendirikan serta mengembangkan pabrik pakan ternak. 

Dengan adanya data yang kuat, untuk ketahanan pangan ke depannya lebih bagus lagi apalagi presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa akan ada krisis pangan di depan mata. Kemudian juga perlu adanya cold storage sehingga memiliki stok ikan segar termasuk bagaimana logistik untuk disalurkan ke Sumba Tengah dan Sumba Timur.

"Ketersediaan dana itu sangat penting. Data itu menjadi sangat luar kalau kita punya data. Kalau data tidak ada tentu tidak bisa mengambil keputusan,"

Inflasi global sudah mencapai 9,18 persen yang biasanya setiap tahun itu rata-rata antara 4 sampai 5 persen. Ini merupakan dampak dari pandemi di mana ekonomi sudah mulai naik tetapi di sisi lain produksi belum mengalami peningkatan.

Adapun dampak yang dirasakan dari inflasi menurut Nyoman adalah semua harga-harga naik. Penyebab inflasi ini bukan karena demand tetapi karena pasokan yang belum stabil akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun sehingga produksi belum bisa sebagaimana diharapkan.

Pada Juli 2022, NTT mengalami inflasi sebesar 1,05 persen secara year on year (y-on-y) lebih tinggi dibandingkan dengan  nasional yang didorong oleh tarif angkutan udara selain itu juga didorong oleh meningkatnya harga ikan kembung, bawang merah, cabai merah dan tomat.

Kenaikan inflasi terutama didorong oleh kenaikkan harga kelompok administered prices mencapai 13,29 persen (y-on-y). Tiga kota menjadi tolok ukur inflasi di NTT yaitu kota Kupang, Maumere dan Waingapu sebesar 9,3 persen. 

HLM TPID dengan tema Sinergi Pengendalian Inflasi Melalui Optimalisasi Potensi Daerah Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dihadiri oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, para Bupati atau Wakil Bupati se-NTT, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Direktur Bank NTT dan Pimpinan Pertamina. 

Dalam kesimpulan yang disampaikan subsidi administered prices bisa bahas tersendiri tetapi Volatile Food diharapkan bisa memberdayakan sumber daya alam lokal yang ada. (cr16)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

HLM TPID dengan tema Sinergi Pengendalian Inflasi Melalui Optimalisasi Potensi Daerah Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dihadiri oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, para Bupati atau Wakil Bupati se-NTT, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Direktur Bank NTT dan Pimpinan Pertamina di lantai lima Bank NTT Kantor Pusat pada Jumat, 12 Agustus 2022.
HLM TPID dengan tema Sinergi Pengendalian Inflasi Melalui Optimalisasi Potensi Daerah Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dihadiri oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, para Bupati atau Wakil Bupati se-NTT, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Direktur Bank NTT dan Pimpinan Pertamina di lantai lima Bank NTT Kantor Pusat pada Jumat, 12 Agustus 2022. (POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved