Vidio Viral
Video Viral OMK Paroki Lamahora Nyanyikan Lagu Profan Dalam Misa, Ini Klarifikasinya
koor menyanyikan dua lagu profan yakni lagu berjudul Cinta Luar Biasa ciptaan Andmesh Kamaleng dan Rumah Kita milik grup band God Bless
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA- Video yang menayangkan sekelompok anggota koor menyanyikan lagu-lagu profan dalam sebuah perayaan ekaristi (misa) viral di media sosial dan membuat gempar Umat Katolik.
Di dalam video viral tersebut, koor menyanyikan dua lagu profan yakni lagu berjudul Cinta Luar Biasa ciptaan Andmesh Kamaleng dan Rumah Kita milik grup band God Bless.
Menyayikan lagu-lagu profan dalam sebuah perayaan ekaristi tentu tidak dibenarkan dalam ritus perayaan Katolik.
Dua video tersebut kemudian viral di media sosial dan membuat gempar umat Katolik.
Banyak warganet yang memberikan komentar miring terhadap aksi anggota koor tersebut.
Kemudian, diketahui kelompok koor tersebut merupakan anggota orang muda katolik (OMK) di Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.
Pihak Paroki Lamahora pun memberikan klarifikasi tertulis pada tanggal 4 Agustus 2022 dan sebuah video klarifikasi.
Dari surat yang diterima Pos-Kupang.com, pihak paroki menyatakan bahwa;
Pertama, Konteks perayaan ekaristi saat itu merupakan perayaan pengukuhan pengurus OMK Lingkungan
Kedua, Tidak ada niat sedikitpun, baik dari pastor yang memimpin misa maupun OMK untuk mencederai tata perayaan ekaristi apalagi berniat menciptakan liturgi yang baru
Ketiga, Yang terjadi adalah miskomunikasi dan miskonsep antara pastor dan pengurus lingkungan dalam mempersiapkan perayaan ekaristi. Konsep lagu-lagu yang ditawarkan dan disetujui oleh pastor adalah lagu-lagu rohani bernuansa orang muda dan sesuai dengan liturgi gereja dengan maksud agar orang muda semakin tertarik untuk mengikuti perayaan ekaristi. Sementara lagu-lagu yang dinyanyikan saat perayaan ekaristi adalah sebagaimana pada video yang beredar.
Keempat, Terkait hal tersebut, pastor yang memimpin misa berniat untuk menegur langsung anggota koor saat sedang bernyanyi, tetapi diurungkan karena berpikir bahwa hal itu juga akan mengganggu suasana perayaan itu sendiri. Baru setelah selesai misa pastor menyampaikan hal tersebut kepada pengurus lingkungan yang bersangkutan bahwasannya beberapa lagu yang dinyanyikan tersebut tidak layak untuk dinyanyikan dalam perayaan ekaristi.
Kelima, Semua pihak terkait telah mengakui adanya kekhilafan, miskomunikasi, dan miskonsep dalam mempersiapkan lagu-lagu untuk kepentingan perayaan ekaristi orang muda tersebut
Keenam, Kami meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu, tersakiti, atau dirugikan akibat lagu-lagu yang dinyanyikan dalam perayaan ekaristi orang muda tersebut dan kami berharap agar video tersebut tidak lagi disebarluaskan untuk kepentingan yang lain