Berita Nasional

Bharada E Baru Ditahan & Jadi Tersangka Kasus Brigadir J, Makin Terkuak Siapa Sutradara Pembunuhan

Setelah hampir sebulan Brigadir J dikirim ke alam baka, akhirnya Bareskrim Polri menetapkan sosok yang diduga sebagai pelaku & dijebloskan ke penjara.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
JADI TERSANGKA -- Bharada E yang dikawal ketat aparat kepolisian saat tiba di Kantor Komnas HAM RI, kini telah ditetapkan jadi tersangka dan dijebloskan ke balik jeruji besi. Benarkah Bharada E jadi tumbal dalam kasus pembunuhan Brigadir J? 

POS-KUPANG.COM - Setelah hampir sebulan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat dikirim ke alam baka, akhirnya Bareskrim Polri menetapkan sosok yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Sosok tersebut adalah oknum Anggota Brimob yang selama ini ditugaskan menjadi salah satu ajudan Kadiv Propam Mabes Polri nonaktif, Irjen Ferdy Sambo.

Oknum tersebut adalah Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Yang bersangkutan kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah pula dijebloskan ke balik jeruji besi.

Terhadap keberadaan sosok yang satu ini, mantan jenderal bintang dua Polri, Susno Duadji melontarkan pernyataan yang sangat tajam.

Pernyataan tajam Susno Duadji kini viral di media sosial. Dia menyebutkan, bahwa Bharada E sepertinya orang sakti.

Baca juga: Otak Brigadir J Pindah ke Perut di Autopsi Kedua, Begini Penjelasan Ahli Forensik

Berpangkat paling bawah di dalam jajaran kepolisian (Brimob) yakni Bharada, tapi dijadikan ajudan seorang jenderal bintang dua.

Bahkan diberikan pula keleluasaan untuk menggunakan senjata.

Dan, dalam aksi baku tembak dengan brigadir J, seluruh peluru yang ditembakan Bharada E, semuanya mengenai tubuh korban.

Sedangkan yang ditembakkan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat, tak satu pun yang mengenai sasaran. "Artinya, ini orang benar-benar sakti," tandas Susno Duadji.

Ironis lagi, kata Susno Duadji sebagaimana dikutip dari video viral di media sosial, saat Bharada E dipanggil ke Komnas HAM, oknum ini dikawal polisi berpangkat kolonel, bahkan ada juga yang berpangkat jenderal.

"Ini membuktikan bahwa yang namanya Bharada E, benar-benar sakti. Dia diperlakukan secara istimewa. Itu artinya dia orang sakti," tandas Susno Duadji.

POSE BERSAMA - Para ajudan Ferdy Sambo saat pose bersama. kolase foto Brigadir J (kiri) dan Bharada E (kanan). Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak mengatakan, oknum yang ancam bunuh Brigadir J adalah salah satu dari para ajudan. Inisialnya D
POSE BERSAMA - Para ajudan Ferdy Sambo saat pose bersama. kolase foto Brigadir J (kiri) dan Bharada E (kanan). Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak mengatakan, oknum yang ancam bunuh Brigadir J adalah salah satu dari para ajudan. Inisialnya D (Tribunnews.com)

Susno Duadji juga menyebutkan, bahwa penanganan kasus kematian Brigadir J menimbulkan kesan yang kurang elok.

Sebab sejak Brigadir J tewas terbunuh, hingga saat ini tak ada satu pun jadi tersangka. Bahkan para pihak yang terkait kasus ini, semuanya meminta perlindungan ke LPSk ( Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ).

Padahal, lanjut dia, kasusnya sangat sederhana. Ada korban jiwa ( Brigadir J ), ada TKP atau Tempat Kejadian Perkara, ada oknum yang diduga sebagai pelaku, ada juga oknum yang jadi saksi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved