Berita Kota Kupang Hari Ini
Wali Kota Kupang Minta Generasi Penerus Lestarikan Seni dan Budaya
Seni dan budaya itu sebagai aset lokal yang harus dijaga agar tidak punah akibat perkembangan teknologi
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore meminta pelajar sebagai generasi penerus harus bisa melestarikan seni dan budaya.
Seni dan budaya itu sebagai aset lokal yang harus dijaga agar tidak punah akibat perkembangan teknologi.
Jefri menyampaikan hal ini dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr. Ary Wijana saat pembukaan acara Pameran Edukasi dan Pentas Seni Pelajar, serta Launching Pemetaan Zonasi Pelestarian Kesenian Tradisional tingkat SD/MI, SMP/Mts se-Kota Kupang, Selasa 2 Agustus 2022.
Acara dengan tema, 'Menuju Siswa yang Cerdas dan Berbudaya' ini berlangsung di halaman samping Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang,
Menurut Jefri, pemerintah mengapresiasi dan mendukung kegiatan tersebut, karena merupakan salah satu strategi yang diselenggarakan Dinas Dikbud Kota Kupang dalam rangka mencerdaskan anak bangsa dan melestarikan seni budaya.
"Penting bagi anak untuk mengenal budaya daerah sehingga dilestarikan agar tidak punah akibat perkembangan teknologi modern," katanya.
Baca juga: Info Cuaca Kota Kupang Hari Ini Selasa 2 Agustus 2022, Kupang Oelamasi Malam Hari Cerah
Diharapkan, kegiatan itu bisa dilakukan setiap tahun sehingga dapat membangun kesadaran dan partisipasi berbagai elemen agar cinta terhadap seni budaya daerah.
"Perlu kita sadari, yakni sangat penting upaya pewarisan budaya kepada generasi penerus," ujarnya.
Sedangkan soal pemetaan zonasi pelestarian, Jefri mengatakan hal itu merupakan langkah tepat dan strategis bagi sekolah sehingga menjadi pewaris aset lokal.
Sementara Kadis Dikbud Kota Kupang Drs. Dumuliahi Djami M.Si mengatakan, memeriahkan HUT ke - 77 Kemerdekaan Indonesia, maka Dinas Dikbud Kota Kupang menggelar kegiatan pameran edukatif dan budaya dengan melibatkan SD,SMP dan sekolah non formal di Kota Kupang.
"Pada level satu PPKM di Kota Kupang ini teman-teman bilang kita buat apa, saya katakan tidak ada anggaran di DPA jadi kita kumpul tangan sehingga semua respon dan kegiatan ini bisa terlaksana," kata Dumuliahi.
Menurut Dumuliahi, kegiatan itu juga bertujuan agar siswa bisa mengenal budaya daerah sendiri maupun budaya daerah lain sehingga dapat melestarikannya.
Baca juga: Wanita Hindu Dharma Indonesia WHDI Kota Kupang Diharapkan Ikut Program Pemerintah Cegah Stunting
Selain itu, lanjutnya, dengan kegiatan itu, anak-anak atau pelajar juga memiliki semangat nasionalisme, bahwa NKRI sudah 77 tahun merdeka.
"Kita juga ada zona budaya sehingga perlu ada pemetaan dengan tujuan agar kedepan akan dijadikan promosi tarian budaya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pelajar-di-kota-kupang-menampilkan-tarian-daerah-ntt-pada-acara-pameran.jpg)