Berita Kota Kupang
Romo Maxi Un Bria: Semua Orang Adalah Profesor Dalam Hidup
Saya alami sendiri bahwa saat belajar doktoral maka itulah kesempatan orang untuk belajar menjadi rendah hati untuk dengar para profesor
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
Sementara Komisaris Tribun Network, Sentrijanto menyampaikan rasa syukur atas pencapaian Romo Maksi dalam meraih gelar doktoral. Semoga apa yang dicapai ini tentu dalam pelayanan yang diberikan oleh romo semakin baik dan semakin bermakna bagi semua orang.
Sentrijanto juga berterima kasih kepada romo yang sudah memberi peran kepada Pos Kupang dalam proses studinya.
"Mohon maaf agak terlambat untuk merayakan. Saya koordinasi dengan Mba Ina untuk menyiapkan acara syukuran ini. Saat itu, saya bertugas di Bali tanggal 29 Juli 2022, dari Bali bisa dilanjutkan ke Kupang, kalau sudah kembali ke Jakarta, sudah ada jadwal lain lagi," ujar Sentrijanto.
Sedangkan Prof. Dr. Aloysius Liliweri, M.S, promotor Romo Maksi Un Bria mengajak siapa saja termasuk para pendeta atau pastor untuk mengikuti program doktoral. Peluang masih terbuka lebar untuk mendalami ilmu ini.
Ia juga menceritakan tentang dinamika mendampingi mahasiswa dengan latar belakang teologi dan filsafat ini.
"Kadangkala saya harus turunkan cara berpikir Romo Maxi yang sangat teologis dan filosofis, yang tinggi-tinggi itu dalam memahami ilmu yang diberikan," kata Prof. Alo asal Kedang, Lembata ini.
Ia juga menceritakan ketika masa-masa Covid-19, Romo Maksi mengikuti ujian terbuka melalui zoom. Namun, ketika hendak ujian, laptop Romo Maksi mengalami error. Maka ia merelakan laptopnya untuk digunakan oleh Romo Maksi untuk ujian itu.
Selain itu, kata Prof. Alo, iklim ilmiah tetap ia jaga. Meski mengenal baik Romo Maksi dan menganggapnya sebagai anak, proses akademis tetap lurus ditegakkan. "Sejumlah halaman disertasi saya coret dan harus diperbaiki," katanya. Tapi, romo tetap sabar bahkan selalu mendahui waktu perbaikan yang saya minta," katanya.
Yang mengharukan katanya, setelah Romo Maksi dinyatakan lulus sebagai doktor, dialah yang melantiknya.
Hadir, Komisaris Tribun Network, Sentrijanto dan ibu; GM Business Tribun Papua dan Tribun Papua Barat, Marina Napitupulu; Pemimpin Perusahan Pos Kupang, Margareta Wahyuningrum; Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Hasyim Ashari, mantan Kepala Disperindag NTT, Edy Ismail, senior Pos Kupang, Beny Dasman; sejumlah romo seperti Romo Ambros Ladjar, para suster dan undangan lain.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/romo-maksi-un-bria-diapit-prof-dr-aloysius-liliweri-ms.jpg)