Minggu, 7 Juni 2026

Berita Kota Kupang

Romo Maxi Un Bria: Semua Orang Adalah Profesor Dalam Hidup

Saya alami sendiri bahwa saat belajar doktoral maka itulah kesempatan orang untuk belajar menjadi rendah hati untuk dengar para profesor

Tayang:
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Romo Maxi Un Bria diapit Prof. Dr. Aloysius Liliweri, M.S, promotor Romo Maksi Un Bria dan Ibu Alo Liliweri, di Restoran Nelayan, Minggu, 31 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Romo Maxi Un Bria berhasil meraih gelar doktor dalam menempuh studi S3 di Universitas Sahid Jakarta, Konsentrasi Studi Lintas Budaya.

Gelar doktor itu berhasil ia lalui selama 2,5 tahun atau 30 bulan. Ia pun berhasil menjadi wisudawan terbaik dengan predikat cumlaude.

Sebagai bentuk syukur atas kerja keras dan perjuangan itu, Romo Maxi Un Bria melakukan syukuran dengan mengundang para biarawan/biarawati, para umat dan akademisi yang berlangsung di Restoran Nelayan Kupang, Minggu, 31 Juli 2022 malam.

Baca juga: Romo Maxi Un Bria Minta Penyuluh Agama Katolik Tunjukkan Tindakan Konkrit  

POSE BERSAMA, RD Florens Maxi Un Bria, Pr. , CEO Tribun Network Sentrijanto, Pemred Pos Kupang, Hasyim Ashari,  Pimpinna Perusahaan Pos Kupang,  Iin Wahyuningrum, Pimpinan Perusahaan Tribun Papua, Marina Napitupulu dan karyawan POS KUPANG  dalam acara syukuran doktoral, di Restoran Nelayan, Minggu 31 Juli 2022
 
POSE BERSAMA, RD Florens Maxi Un Bria, Pr. , CEO Tribun Network Sentrijanto, Pemred Pos Kupang, Hasyim Ashari, Pimpinna Perusahaan Pos Kupang, Iin Wahyuningrum, Pimpinan Perusahaan Tribun Papua, Marina Napitupulu dan karyawan POS KUPANG  dalam acara syukuran doktoral, di Restoran Nelayan, Minggu 31 Juli 2022   (POS-KUPANG.COM/RAY REBON)

Dalam momentum itu, RD Maxi Un Bria menyampaikan mendapat kesempatan untuk belajar doktoral adalah anugerah Tuhan.

Sebagai seorang imam yang lahir dan besar di desa, Romo Maxi melihat bahwa pencapaian ini adalah anugerah Tuhan dan banyak orang pun terlibat di dalamnya.

"Inilah karya Tuhan melalui bapa uskup, para imam, para suster, tokoh umat, para profesor, para pendidik yang membantu dengan caranya masing-masing," ungkapnya

Ia mengakui, sekolah doktoral sungguh berat atau tidak mudah.

"Saya alami sendiri bahwa saat belajar doktoral maka itulah kesempatan orang untuk belajar menjadi rendah hati untuk dengar para profesor,"  tuturnya.

Lanjut disampaikan bahwa harus rendah hati mendengarkan profesor karena telah ahli di bidangnya.

Kata dia, perjuangan meraih gelar doktor banyak suka-duka yang dialami. Sehingga upaya untuk menyelesaikan program doktoral harus rendah hati untuk belajar banyak hal dari orang lain.

"Dalam suka-duka, upaya untuk selesaikan program doktoral saya menjadi sadar bahwa banyak hal yang belum diketahui dan harus belajar banyak hal dari banyak orang," kata dia.

Baca juga: Pengukuhan Forkoma PMKRI NTT, RD. Maxi Un Bria: Jadi Garam dan Terang serta Penggerak Perubahan

Ia menambahkan, semua tempat yang didatangi, di mana pun itu merupakan universitas dan setiap orang yang dijumpai dengan latarbelakang yang berbeda merupakan profesor-profesor hebat.

Sebagai motivasi, Romo Maxi mengajak semua orang untuk tidak pernah berhenti belajar. Kata dia, dengan belajar akan selalu meng-update pengetahuan maupun pengalaman yang dimiliki.

"Begitu banyak hal yang belum kita tahu, maka tetap semangat, rendah hati dan selalu mengandalkan Tuhan serta belajar kapan saja dan dari siapa pun juga," tukasnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved