Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022, Kamu Harus Memberi Makan Mereka

Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Grup WA Colega Gua Maria Bikono, ditulis oleh RD. Pey Hurint dengan judul Kamu Harus Memberi Makan Mereka

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/KOMISI KOMSOS K. PADANG
MEMBERI MAKAN - Ilustrasi Yesus memberi makan 5.000 orang. "Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak." 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Grup WA Colega Gua Maria Bikono, ditulis oleh RD. Pey Hurint dengan judul Kamu Harus Memberi Makan Mereka.

RD. Pey Hurint menulis Renungan Harian Katolik ini dengan mengacu pada Yeremia 28:1-17, dan bacaan Injil Matius 14:13-21, Pesta Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan teks lengkap bacaan Senin 1 Agustus 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Beberapa point yang menarik untuk direnungkan melaului bacaan Injil hari ini:

Yesus menarik diri ke tempat sunyi.

Setelah mendengar peristiwa kematian Yohanes Pembaptis Yesus mengajak para murid menyingkir ke tempat yang sunyi.

Matius mau menegaskan, sejak itu selesailah tugas Yohanes. Seluruh karya keselamatan diembani kepada Yesus.

Yesus menjadi pusat orang mendapatkan berkat dan rahmat Allah. Orang banyak tetap mencari Yesus, untuk mengalami belas kasih Tuhan, yang sudah mereka rasakan selama ini.

Yesus mengajak para murid untuk memulai karya dari kesunyian hati batin, agar mata hati lebih terbuka dan tergerak untuk ikut merasakan denyut hati Yesus yang selalu menaruh kasih kepada manusia.

Tindakan Kasih dimulai dari hati yang tergerak oleh belas kasihan.

Orang yang peka pada situasi sesama adalah orang yang mata hati dan telinga hatinya terbuka: melihat dan mendengar dengan hati yang penuh kasih.

Yesus mengajak juga para murid-Nya dan kita sekalian untuk ambil bagian dalam keprihatinan dan kasih Allah.

Tindakan kasih selalu bermula dari hati yang tergerak oleh belas kasihan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022, Belajar Berbagi dari yang Sedikit

Para murid cemas dengan persediaan yang ada pada mereka, karena itu meminta Yesus untuk menyuruh orang banyak pergi untuk mencari makan.

Dengan tegas Yesus katakan, "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." Keprihatinan dan belas kasih mesti diwujudnyatakan dalam tindakan kasih dengan memberi makan.

Dimulai dari "apa yang ada" pada kita.

Kadang kita cemas dengan kenyataan kondisi kita yang secukupnya saja bahkan juga seringkali berkekurangan, sehingga bagaimana bisa memberi orang banyak makan, bagaimana mau berbagi dengan sesama.

Melalui Injil hari ini Yesus mau ajak kita untuk memulai tindakan kasih dari apa yang kita miliki, walaupun tidak seberapa banyak.

Lima roti dan dua ikan menjadi cikal bakal dimulainya tindakan kasih yang besar dan berkelimpahan.

Di tangan Tuhan, yang kecil menjadi banyak dan yang kurang menjadi berkelimpahan.

Menjadi Ekaristi yang hidup bagi sesama.

Cerita Injil hari ini mau menegaskan tentang Ekaristi, pemberian diri Yesus untuk hidup manusia.

"Kamu harus memberi mereka makan" menjadi sebuah amanat yang mesti diwujudnyatakan dalam hidup setiap murid Yesus: menjadi ekaristi yang hidup bagi sesama.

Para murid Yesus harus berbagi rasa dan kehidupan bersama orang banyak. Bila orang berani berbagi kehidupan, maka ia juga akan menemukan hidup yang melimpah.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 31 Juli 2022, Menjadi Kaya di Hadapan Allah

Murid Yesus diharapkan menjadi santapan bermutu bagi semua orang. Tindakan kasih mesti mengalir keluar dari kelimpahan hati (abundantia in cordis).

Kita mulai dari hal-hal yang sederhana dalam hidup, dimulai dari keluarga kita dan dilanjutkan dalam kehidupan bersama.

Murid Yesus tidak boleh hanya fasih berbicara tentang kasih, tetapi juga menjadi pelaku pertama dan utama dalam hal tindakan kasih.

Dan semuanya mesti dimulai dari hati yang tergerak orang belas kasih.

Karena itu, mari kita terus melatih dan mengasah ketajaman dan kepekaan mata dan telinga hati dengan situasi dan kondisi sesama, agar kita pun boleh berbelas kasih dan melakukan tindakan kasih yang nyata kepada sesama.

Selamat pagi saudara/i-ku terkasih, Selamat menjalankan tugas-tugas pelayanan kasih bagi sesama, dalam keluarga dan komunitas di mana pun kita berada, Tuhan berkati kita semua selalu, Amin.

Teks Lengkap Bacaan Renungan Harian Katolik 1 Agustus 2022

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022. (Tokopedia)

Bacaan Pertama: Yeremia 28:1-17

Nabi Yeremia lawan nabi Hananya

Bacaan diambil dari Kitab Yeremia

Dalam tahun itu juga, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kelima tahun yang keempat, berkatalah nabi Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon itu kepadaku di rumah TUHAN, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat, "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk k raja Babel itu.

Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel.

Juga Yekhonya m bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!"

Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya di depan mata imam-imam dan di depan mata seluruh rakyat yang berdiri di rumah TUHAN itu, kata nabi Yeremia, "Amin! Moga-moga TUHAN berbuat demikian! Moga-moga TUHAN menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan dikembalikannya perkakas-perkakas rumah TUHAN dan semua orang buangan itu dari Babel ke tempat ini.

Hanya, dengarkanlah hendaknya perkataan yang akan kukatakan ke telingamu dan ke telinga seluruh rakyat ini: 28:8 Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.

Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."

Kemudian nabi Hananya mengambil gandar itu dari pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya.

Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu, "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!"

Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana.

Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman TUHAN kepada Yeremia, "Pergilah mengatakan kepada Hananya : Beginilah firman TUHAN: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!

Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk u kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya."

Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya, "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus x engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.

Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati,sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN."

Maka matilah c nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: mazmur 119:29,43,79,80,95,102

Refr: Ajarkanlah ketetapan-ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan.

* Jauhkanlah jalan dusta o dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.

* Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap o kepada hukum-hukum-Mu.

* Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.

* Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.

* Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.

* Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, l sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Bait Pengantar Injil: Alleluya

Refr: Alleluya, Alleluya, Alleluya

Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.

Bacaan Injil: Matius 14:13-21

Yesus memberi makan lima ribu orang

Inilah Injil suci menurut Matius:

Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.

Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."

Tetapi Yesus berkata kepada mereka, "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."

Jawab mereka, "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti h dan dua ikan."

Yesus berkata, "Bawalah ke mari kepada-Ku." Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput.

Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.

Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved