Berita Kota Kupang

Wings Air Harus Pastikan Akhir Evaluasi  Penerbangan Kupang-Ruteng

Aktivitas masyarakat pada sektor pendidikan hingga ekonomi bergantung pada penerbangan pesawat

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.TRIBUN
PESAWAT-- Pesawat wings air di Bandara Eltari Kupang - Wings Air hentikan sementara penerbangan Kupang - Ruteng - Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penerbangan Wings Air dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Udara Frans Sales Lega Ruteng Manggarai dan sebaliknya, resmi ditutup per, 29 Juli 2022.

Manajemen Wings Air telah menyampaikan informasi itu pada beberapa hari lalu dalam surat tertulisnya ditujukan kepada pengguna moda transportasi udara, khusus Wings Air.

Pemerintah provinsi atau Pemprov NTT, menanggapi kebijakan yang dikeluarkan. Manajemen Wings Air harus memberi kejelasan mengenai batas waktu evaluasi penghentian penerbangan.

Baca juga: Ini yang Dikatakan Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho Saat Bertemu Pimpinan Tiga Pimpinan Media Cetak

Penjelasan itu disampaikan ke masyarakat guna memberi kepastian sebagaimana alasan yang disampaikan manajem Wings Air.

“Kalau memang mereka punya alasan untuk pembenahan atau masalah operasional terkait rute tersebut saya pikir itu hal yang wajar saja tetapi mestinya mereka harus menyampaiakan itu evaluasinya sampai berapa lama misalnya 1 minggu, 2 minggu atau 1 bulan itu harus disampaikan supaya ada kejelasan tidak bisa mereka hanya bilang batas waktunya sampai nanti ditentukan. Ini kan tidak ada kepastian,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka.

Kondisi pandemi covid-19 yang sudah menurun, juga berpengaruh positif pada penerbangan. Aktivitas masyarakat pada sektor pendidikan hingga ekonomi bergantung pada penerbangan pesawat. Sehingga, ketiadaan penerbangan pada daerah itu akan memberi dampak kurang baik.

Isyak menyebut, bandar udara di Ruteng hanya bisa didarati pesawat berjenis ATR. Jenis pesawat lain tidak memungkinkan untuk mendarat, apalagi dengan ukuran besar seperti Boeing. Masalah lain, Wings Air menjadi satu-satunya pesawat yang beroperasi di bandar udara itu dengan rute Ruteng-Kupang.

Baca juga: Wings Air Siap Terbang Perdana ke Lewoleba 18 Juni 2021

“Masalahnya disitu karena memang Wings satu-satunya Maskapai Ruteng-Kupang sementara Maskapai lainnya kan tidak. Jadi saya mendorong sebagai kadis sebagai Pemerintah Provinsi kita mendorong Bupati bersama jajaran, DPRD untuk menyampaikan kepada Wings jangan terlalu lama penutupan rute itu karena berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi perdagangan sosial budaya yang saat ini sudah kembali bergairah di Ruteng setelah ditutup karena pandemic,” jelasnya, Jumat 29 Juli 2022.

Masyarakat yang hendak bepergian ke daerah Ruteng dengan pesawat udara, kini sudah tidak bisa lagi. Wings Air yang menghentikan layanannya, ' memaksa',  masyarakat untuk memilih moda transportasi lain atau menggunakan pesawat di bandara lain terdekat.

Menurut Isyak, masyarakat juga harus mengeluarkan ongkos tambahan jika tetap menggunakan pesawat. Opsinya, calon penumpang bisa mengubah rute dari Labuan Bajo di Manggarai Barat atau dari Soa Bajawa, Kabupaten Ngada ke Kupang begitu juga sebaliknya.

Salah satu pengguna maskapai Wings Air, Hans Netu, menyayangkan sikap manajemen Wings Air dengan mengehentikan layanannya. NTT, kata dia, sangat kekurangan transportasi udara. Wings Air juga diminta agar memberi informasi lebij jauh hari sebelum mengehentikan operasional.

“Kalau seandainya ada penutupan rute atau berhenti beroperasi saya sangat kecewa. Saya berharap pesawat seperti Wings Air hidup kembali dan kalau ada penutupan harunya ada pemberitahuan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Baca juga: HAMPIR Bikin Celaka, Penumpang Wings Air Buka Pintu Darurat Jelang Keberangkatan, Ini Sanksinya

Diberitakan sebelumnya, manajemen Wings Air menghentikan pelayanan penerbangan Kupang-Ruteng juga sebaliknya. Penghentian itu mulai diberlakukan pada 29 Juli 2022. Diketahui Wings Air merupakan grup Lion Air dengan kode penerbangan IW.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved