Berita Kupang

Meriahkan HDKD ke-77, Imigrasi Kupang Gelar Paspor Masuk Desa di Tuapukan

saya berharap agar masyarakat Desa Tuapukan dapat memanfaatkan kehadiran tim dari Imigrasi Kupang untuk mengurus permohonan Paspor

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
PASPOR - Para petugas memberi pelayanan kepada warga Tuapukan untuk mengurus paspor, Kamis, 21 Juli 2022. 

POS-KUPANG.COM, TUAPUKAN -   Dalam rangka memeriahkan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 Tahun 2022, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang atau Imigrasi Kupang melaksanakan kegiatan Paspor Masuk Desa (PMD). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Kamis, 21 Juli 2022. 

Kegiatan ini dilakukan oleh enam orang petugas Imigrasi Kupang yang dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Dokumen Perjalanan Imigrasi Kupang, Abdul Djainadi. Kepala Kantor Imigrasi Kupang, Darwanto turut hadir memantau langsung kegiatan tersebut. 

"Ini kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeringati Hari Ulang Tahun ke-77 Kemenkumham atau HDKD Tahun 2022," ujar Darwanto menjelaskan ketika ditanyai di sela-sela kegiatan itu.

Baca juga: Imigrasi Labuan Bajo Sediakan Wifi Corner untuk Masyarakat Labuan Bajo

"Ya, saya berharap agar masyarakat Desa Tuapukan dapat memanfaatkan kehadiran tim dari Imigrasi Kupang yang hadir di sini untuk mengurus permohonan Paspor baik yang baru maupun penggantian," katanya.

Kegiatan ini mendapat antusias yang baik dari masyarakat Desa Tuapukan. Hal ini terbukti dengan adanya 37 permohonan paspor, baik permohonan baru maupun permohonan penggantian yang diterima tim Imigrasi Kupang.

Permohonan paspor ini dilakukan oleh masyarakat Desa Tuapukan dengan tujuan akan digunakan untuk mengunjungi keluarga mereka di Timor Leste. Seperti diketahui bahwa ada beberapa masyarakat desa Tuapukan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan warga Timor Leste.

Kepala Desa Tuapukan, Martinus Alnabe  berterima kasih kepada tim Imigrasi Kupang yang sudah melaksanakan kegiatan PMD di desanya.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat buat masyarakat desa saya karena selain memermudah, tapi juga mengurangi biaya perjalanan mereka jika harus ke Kantor Imigrasi untuk pengurusan paspor," jelas Martinus.

Baca juga: Masuk Secara Ilegal, Sembilan WNI Dipulangkan Imigrasi Timor Leste

"Saya berharap agar hal seperti ini bisa terus dilakukan dengan cara bangun kerja sama yang baik dengan pemerintah desa,"  katanya.(*)

Berita Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved