Berita Nasional

3 Hari Lagi Kominfo Blokir WhatsApp, Instagram, Twitter, Telegram, TikTok, Google, Ini Penyebabnya

Kabar Buruk untuk warganet, 3 Hari lagi Kominfo blokir WhatsApp, Instagram, Twitter, Telegram, TikTok, Google, ini Penyebabnya

Editor: Adiana Ahmad
(Pixabay.com)
Ilustrasi WhatsApp diblokir - 3 Hari lagi Kominfo blokir WahatsAPP, Instagram, Twitter, Terlegram, Tik Tok, Facebook dan Google, ini penyebabnya 

3 Hari Lagi Kominfo Blokir WhatsApp, Instagram, Twitter, Telegram, TikTok, Google, Ini Penyebabnya

POS-KUPANG.COM - Kabar buruk untuk warganet. Dalam waktu 3 hari ke depan Kominfo mengancam akan memblokir WhatsApp, Instagram, Twitter, Telegram, Tik Tok, Facebook dan Netflikx. Tindakan tegas Kominfo itu dilakukan jika platform digital itu  belum mendaftar sebagai PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) pada Kominfo.

Sampai dengan Minggu 17 Juli 2022, jumlah PSE yang telah mendaftar ke Kominfo sebanyak 5.692 PSE, terdiri dari 82 PSE Asing dan PSE Domestik ada 5.610.

Sayangnya, dari PSE Asing yang terdaftar di Kominfo, tidak WhatsApp, Google, Instagram, Twitter, Telegram, Netflix, dan Facebook.

Jika sampai 20 Juli, WhasAPP, Instagram, Twitter, Facebook, Telegram, Tik Tok tidak mendaftar ke Kominfo, plafform elekstronik tersebut akan diblokir KemenKominfo.

Baca juga: 3 Aplikasi Sadap Chat WhatsApp Pasangan dari Kejauhan, Aman Tanpa Ketahuan

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang dijadwalkan akan berlaku pada 20 Juli 2022.

Pendaftaran platform ini bertujuan agar Kominfo dapat mengawasi, mencatat, dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara aplikasi jika terjadi pelanggaran hukum.

Pendaftaran PSE ini akan mewujudkan equal playing field antara PSE dalam dan luar negeri.

Kewajiban mendaftarkan PSE ini juga bertujuan agar setiap PSE tunduk dan patuh pada aturan-aturan yang ada di Indonesia, termasuk soal pemungutan pajak.

Baca juga: 4 Langkah Sembunyikan Foto Profil WhatsApp dari Orang Tertentu

Selain Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020, pendaftaran PSE tersebut sesuai dengan Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik.

Kedua aturan tersebut mengharuskan PSE Lingkup Privat untuk mendaftar agar mendapat izin pengoperasian layanan sistem elektronik di Indonesia.

Kominfo menjamin keamanan informasi dan data sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Terkait kewajiban ini, Kominfo berhak memberi sanksi administratif berupa pemutusan akses terhadap sistem elektronik tersebut jika PSE Lingkup Privat tidak mendaftar.

Apa itu Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE)?

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved