Berita Malaka

Di Wilayah Hukum Polres Malaka Oknum Polisi Tega Aniaya Adik Kandung, Ini Kejadiannya

Di Wilayah Hukum Polres Malaka Oknum Polisi Tega Aniaya Adik Kandung, Ini Kejadiannya

Editor: Ferry Ndoen
Kompas.com
ilustrasi oknum pelaku begal yang diborgol polisi di Bali 

Di Wilayah Hukum Polres Malaka Oknum Polisi Tega Aniaya Adik Kandung, Ini Kejadiannya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Aksi tidak terpuji dilakukan oleh seorang oknum polisi dengan inisial IT di wilayah hukum Polres Malaka terhadap adik kandungnya sendiri atas nama Yulius Duli.

Perbuatan IT meresahkan keluarga terutama korban dan masyarakat sekitarnya. Pasalnya, korban Yulius Duli tangannya luka karena dilempar pelaku menggunakan kursi dan batu.

Korban Yulius Duli menyampaikan ini kepada sejumlah media di Desa Umakatahan, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, pada Jumat 15 Juli 2022. 

Diakuinya, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh IT yang juga adalah saudara kandungnya ini  terjadi pada Minggu 10 Juli 2022. 

"Kasus ini terjadi pada saat korban Yulius Duli bersama teman-temannya merayakan hari ulang tahun (HUT) nya ke- 50 di Cafe Webanibin , Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka ini," katanya.

Baca juga: Polres Malaka Tidak Main-Main Dengan Ilegal Loging

Jadi, pelaku atas nama IT ini secara tiba-tiba datang membawa senjata tajam (Sajam) berupa parang. Tidak ada kompromi pelaku lalu mengangkat kursi melempar Yulius Duli dan Rudi Klau yang adalah temannya korban. 

"Saat itu memang kami banyak orang namun pelaku memegang parang akhirnya kami pasrah dengan perbuatannya, saya lari bersama teman-teman dan ia melempar dengan batu, " kata korban Yulius Duli yang juga pemilik Caffe Webanibin ini.

Dikatakannya, perbuatan pelaku IT ini bukan saja baru terjadi akan tetapi sudah sejak lama. Sehingga pelaku IT pernah masuk  penjara karena perbuatannya ini.

"Untuk itu, dengan perbuatan ini Yulius Duli secara resmi melaporkan pelaku IT ke Polres Malaka pada Senin 11 Juli 2022 sore," tandasnya. 

Setelah pihak kepolisian menerima laporan tersebut Yulius Duli kemudian baru diperiksa pada Kamis 14 Juli 2022. 

"Kita inginkan agar proses hukum ini berjalan dengan adil dan seadil-adilnya," ujarnya.

Sebab dengan perbuatannya ini usaha Yulius Duli menjadi mandek. Atau tidak lagi ramai dikunjungi orang. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved