Anies Baswedan Antisipasi Wabah PMK Jelang Idul Adha, Sebut Agama Islam Mayoritas hingga Rasa Aman
Dalam unggahannya di Akun Instagram @aniesbaswedan, Idul Adha tahun ini dibayang-bayangi oleh wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
POS-KUPANG.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun langsung memantau persiapan Qurban Idul Adha Tahun 2022.
Ia meninjau sejumlah lokasi pasar ternak untuk Hari Raya Qurban.
Dalam unggahannya di Akun Instagram @aniesbaswedan, Idul Adha tahun ini dibayang-bayangi oleh wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.
Berikut unggahan lengkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan:
Pelaksanaan Iduladha tahun ini dibayang-bayangi munculnya wabah Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang juga menular secara cepat seperti COVID-19.
Baca juga: Pemerintah Percepat Pengendalian PMK Jelang Idul Adha
Sehingga, diperlukan langkah-langkah dan tindakan untuk proses pengamanan.
Jumat lalu melepas 865 Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan dan Daging Kurban menjelang Idul Adha 1443 H.
Terdiri dari Petugas Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, petugas dari Sudan KPKP tiap wilayah, serta kolaborasi dari berbagai pihak lainnya.
Kita juga mendapat bantuan tenaga pemeriksa dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB sebanyak 60 orang,
Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jakarta sebanyak 84 orang, Petugas Kementerian Pertanian 15 orang, serta Juru Sembelih Halal (JULEHA) 60 orang.
Pelepasan petugas ini bertujuan untuk memastikan pengendalian dan penanggulangan penyakit mulut dan kuku di Jakarta berjalan dengan baik.
Meliputi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), pemeriksaan dan pengobatan di sentra ternak/penampungan hewan kurban, rapat koordinasi lintas sektoral, pengawasan lalu lintas hewan di lokasi check point Kalimalang dan sosialisasi melalui infografis.
Baca juga: Promo Alfamart 5 Juli 2022 Special Idul Adha, Indomie Murah, Private Label Diskon Hingga 50 Persen
Para tenaga pemeriksa kesehatan hewan yang bertugas akan memastikan benar-benar agar hewan yang terjangkit PMK tidak terdistribusi sebagai hewan kurban.
Saat ini di Jakarta telah datang sekitar 38.000 hewan kurban dan masih diprediksi bertambah menjadi 43.000.
Ini masih ada sekitar 5.000 hewan lagi yang akan masuk ke Jakarta.