KKB Papua
Polda Papua Bongkar Jaringan Pemasok Amunisi ke KKB Papua, Dua Prajurit TNI Terlibat
Polda Papua kembali menamankan tiga orang yang diduga sebagai pemasok amunisi dan senjata untuk KKB Papua. Dua di antaranya prajurit TNI.
Jika penjual atau penyedia amunisi tersebut sudah bisa diungkap, lanjut Kapolda Irjen Fakhiri, maka aparat keamanan bisa fokus pada sumber dana KKB Papua.
Menurutnya, pembelian 615 butir amunisi tersebut membutuhkan anggaran cukup besar sehingga aliran dananya harus dibongkar.
"Sumber dananya itu apa dia pakai sumber dana dari kampung atau ada donatur lain," ucapnya.
Aksi Teror KKB Papua
Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua telah melancarkan aksi teror sebanyak 44 kali selama Januari - Juni 2022.
Beberapa aksi teror KKB Papua menewaskan prajurit TNI Polri serta warga masyarakat.
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyebut total korban meninggal dunia sebanyak 25 orang.
Korban tewas terdiri dari 17 warga, 7 prajurit TNI dan seorang anggota Polri. Para korban tewas diserang dan diberondong peluru anggota KKB Papua.
Sementara korban luka-luka sebanyak 17 orang. Rinciannya, 14 anggota TNI Polri dan tiga orang warga.
Sedangkan korban meninggal dunia dari pihak KKB Papua tercatat ada 3 orang, ketika terlibat kontak tembak dengan TNI Polri.
Melansir TribunPapua.com, Kapolda Irjen Fakhiri mengatakan, aksi teror KKB Papua dalam enam bulan terakhir 11 kali lebih banyak dari periode yang sama pada tahun 2021.
Baca juga: Bos KKB Papua Tawar Solusi Damai, Benny Wenda Ajak Jokowi Bahas Referendum Papua Barat
Data aksi teror KKB Papua itu disampaikan Kapolda Irjen Fakhiri dalam laporan refleksi semester pertama tahun 2022 Polda Papua.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Kriminal Umum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan, personel Polres Yalimo menangkap AN di Distrik Elelim karena membawa 615 butir amunisi pada Rabu 29 Juni 2022 lalu.
Penangkapan ASN itu bermula dari pantauan aparat yang melihat gerak-gerik AN yang mencurigakan saat sedang mengendari kendaraan roda dua.
"Setelah dicegat dan digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti yaitu senjata rakitan AFN dan sejumlah amunisi 615 butir," ujar Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani di Jayapura, Kamis 30 Juni 2022.