Berita Kota Kupang Hari Ini

Tujuan Koperasi Bukan Sekedar Pinjam

yang dimaksud dengan koperasi kredit itu jauh berbeda dengan makna sesungguhnya. Kredit bukan dalam arti meminjam

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PODCAST - Host Jurnalis Pos Kupang, Ani Toda bersama Ketua Pengurus Inkopdit, Valentinus Joko Susilo dan Wakil Ketua Pengurus, Wara Sabon. Wawancara Ekskluisf di Podcast POS KUPANG tentang Koperasi Bukan Sekedar Pinjam, Kamis, 30 Juni 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Pengurus Indo Koperasi Kredit (Inkopdit), Valentinus Joko Susilo mengatakan, tujuan dari koperasi bukan sekedar simpan pinjam. 

Dalam Podcast Pos Kupang, Kamis, 30 Juni 2022, Valentinus mengungkapkan, dirinya hadir di Kupang sebenarnya dalam rangka mempersiapkan pertemuan nasional untuk gerakan koperasi kredit Indonesia

"Kenapa gerakan koperasi kredit? Koperasi kredit itu memang awal mula namanya credit union. Kata kredit itu sebenarnya kata kuncinya. Kalau koperasi itu bapak ibu pasti tahu lah. Tapi apa yang dimaksud dengan koperasi kredit itu jauh berbeda dengan makna sesungguhnya. Kredit bukan dalam arti meminjam," jelas Valentinus.

Baca juga: Koperasi dan UMKM di NTT Harus Disatukan Perkuat Daya Saing

"Kredit dalam bahasa aslinya, bahasa Latin namanya Credo, maka koperasi kredit adalah koperasi yang seluruh anggotanya, pengurusnya, pengawasnya, manajemennya adalah orang - orang yang bisa dipercaya ucapannya dan tindakannya jadi bukan koperasi yang menyelenggarakan kredit. Itu salah satu induknya tapi esensinya bukan di situ. Nah kami hadir di Kupang ini sebenarnya sudah dua atau tiga tahun lalu kami harusnya hadir. Sudah kami sepakati karena mau di Kupang sini atau di manapun tiap tahun akan diselenggarakan yang dinamakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Nah setiap koperasi di paling bawah itu namanya primer, koperasi kredit. Anggotanya adalah orang per orang. Lalu lembaga koperasi kreditnya itu namanya puskopdit. 
Puskopdit itu biasanya levelnya provinsi atau daerah jadi bergabung ke Indo Koperasi Kredit (Inkopdit)," lanjut dia.

Kegiatan ini, kata Valentinus, seharusnya dilakukan pertemuan nasional dua tahun yang lalu karena keputusan sidang rapat anggota memastikan bahwa RAT Inkopdit seharusnya tahun 2020 dan sudah disepakati tapi sayang covid terlanjur melanda. 

"Kami juga tidak bisa memaksakan karena nanti kami juga jadi masalah. Kami tunggu 2021 masih covid juga. Akhirnya Desember 2021 diputuskan tidak bisa tidak 2022 harus diselenggarakan di Kupang," ujarnya. 

Baca juga: Ratusan Karyawan Koperasi Ankara Bersihkan Kota Lewoleba Dari Sampah

Dalam kegiatan tersebut akan hadir anggota Inkopdit dari seluruh Indonesia berjumlah kurang lebih diprediksi 600 atau 700 orang akan hadir di Kupang dalam rangka rapat anggota tahunan, Selain RAT, juga ada acara forum - forum, seminar, workshop.  

"Kami juga ada acara - acara yang sangat spesial, sangat istimewa, bagaimana perhatian kita mulai melihat NTT itu sebagai satu wilayah yang agak paling Timur tapi punya budaya kasih yang harus dipahami bersama karena ini adalah saudara besar kami, ini adalah saudara saudari bersama di koperasi yang ingin kami tampilkan, yang ingin kami tunjukkan koperasi kredit yang ada di wilayah NTT ini satu perkembangan yang menarik," tuturnya. 

"Awal mulanya di mana pun koperasi kredit berdiri biasanya kami mulai dengan pendidikan supaya mereka paham. Sebagai contoh kasus sederhana, orang bergabung di koperasi kredit mau apa? Mau pinjam. Itu salah. Tujuan kita bukan sekedar pinjam. Pertanyaan pertama adalah bagaimana cara kami bimbing anggota siapapun supaya mereka bisa mengatur ekonomi rumah tangga. Kalau mikirnya cuma pinjam ya kalau bayar. Kalau nggak? Itu yang jadi struggle di manapun," tambahnya. 

Menurut Valentinus, yang memikat dari wilayah kota Kupang adalah pertumbuhan keanggotaan, pertumbuhan keuangan, pertumbuhan sistem - sistem lembaga sudah sampai pada taraf yang bisa diandalkan untuk melayani kebutuhan para anggota

Dibandingkan dengan pulau Jawa, untuk daerah luar pulau Jawa, fasilitas perbankan atau lembaga keuangan masih belum cukup banyak sehingga justru menjadi kesempatan bagaimana koperasi kredit mampu membuat pelayanan sendiri dan menjadi miliknya orang - orang. 

"Kalau anda pergi ke bank anda bukan pemilik bank. Anda nasabah," tandasnya. 

Baca juga: Semua Koperasi Primer GKKI Terdaftar Menjadi Anggota Daperma

Wakil Ketua Inkopdit sekaligus Ketua Panitia RAT Inkopdit, Wara Sabon Dominikus dalam kesempatan yang sama menjelaskan, layanan yang diberikan oleh Inkopdit untuk gerakan koperasi kredit seluruh Indonesia, satu diantaranya adalah pendidikan.
 "Karena kita punya trilogi. Awalnya trilogi. Kehidupan gerakan koperasi kredit ini dengan trilogi pendidikan, swadaya, solidaritas. Pendidikan itu menjadi yang utama," kata Domi. 

Lanjut dia, setiap anggota adalah pemilik maka harus dirubah mindset anggota melalui pendidikan. Jenis pendidikan yang dilakukan yang diberikan kepada gerakan itu sangat banyak sesuai dengan keberadaannya. Pendidikan untuk pengurus, pendidikan untuk pengawas, pendidikan untuk manajemen. 

"Nanti di primer, pendidikan untuk anggota juga. Itu layanan pendidikan. Sampai pada tingkat manajemen beda lagi. Ada untuk pemahaman akuntansi, keuangan juga sampai pada sertifikasi kompetensi untuk manager, kepala bagian, GM dan seterusnya. Karena untuk menduduki jabatan harus sesuai aturan mereka harus memiliki sertifikat kompetensi Dan itu Melalui sertifikasi, diklat sertifikasi sampai pada uji kompetensi itu mereka harus dapatkan melalui lembaga diklat profesi dan lembaga sertifikasi profesi. Itu kita lakukan untuk di gerakan di manajemen untuk memperkuat manajemen profesional dan anggotanya juga harus profesional melalui pendidikan," jelasnya.(*)

Berita Kota Kupang lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved