Berita Kota Kupang Hari Ini

Ketua Asita: Khawatir Wisatawan Turun

Pelaku pariwisata bisa mendengar maksud tujuan dari pemerintah. Dsn Pemerintah juga bisa mendengar masukan dari pelaku wisata

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Abed Frans 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Untuk melindungi satwa dari segala macam yang ada disana. Kita tidak masalah. Hanya kita khawatirkan sebagai industri pariwisata di NTT kita khawatir dengan adanya kenaikan tiba-tiba dan signifikan.

Yang kita khawatirkan adalah penurunan permintaan wisata ke Labuan Bajo. Kalau masalah harga, itu kan wisatawan yang beli bukan kita kan. Yang kita khawatir itu justru penurunan secara signifikan.

Karena memang saat ini harus diakui bahwa domestik masih memegang pasar Labuan Bajo. Nah, domestik ini sangat melihat dengan Harga. Tidak mahal dan lain sebagainya.

Baca juga: Asita NTT Beri Perhatian Khusus ke Kampung Adat Lewokluok yang Masuk Nominasi API Award 2021

Kita harapkan adanya sosialisasi yang baik. Sebelum ini kan merasa belum ada sosialisasi. Kalau ada sosialisasi kan bisa saling mendengar. Pelaku pariwisata bisa mendengar maksud tujuan dari pemerintah. Dan Pemerintah juga bisa mendengar masukan dari pelaku wisata. Kita harapkan itu yang terjadi.

Jika begitu, kalau bisa dinaikkan bertahap. Tapi mau bagaimana. Semua sistem kan sudah berjalan, kita lihat saja nanti apa yang terjadi hasil dari kebijakan ini. Yang kita khawatirkan ya itu, penurut wisatawan secara signifikan dan berdampak pada pelaku wisata lokal di Labuan Bajo, umumnya di NTT yang berjualan Labuan Bajo.

Konservasi ini bagus juga. Kita mendukung langkah konservasinya, tapi kenaikan harganya kita merasa masih perlu didiskusikan. Tapi kalau pemerintah merasa sudah bisa dilaksanakan ya laksanakan saja. Kita sama-sama akan melihat dan merasakan hasilnya.

Pengaruh atau tidaknya ke masyarakat, nanti kita lihat karena ini mau tidak mau harus jalan 1 Agustus. Dia akan berpengaruh baik apabila wisatawan tidak terpengaruh dan masyarakat akan senang jika wisatawan tidak terpengaruh.

Tapi kalau wisatawan terpengaruh misalnya membatalkan, menunda dan sebagainya perjalanan wisata mereka ke Labuan Bajo, efek dominonya akan kena juga ke masyarakat. Akan terkan dampak baik dan buruknya.

Baca juga: Asita Harap Moda Transportasi Tetap Beroperasi

Kalau pembatasan itu untuk G20, oke saja. Tapi setelah G20 masih ada pembatasan dan tidak ada permintaan ke Labuan Bajo karena mahal maka kita semua akan mengoreksi diri. Pasti akan ada rivew. Setelah berjalan sekian waktu akan ada peninjauan kembali. Kita harapkan seperti itu.

Di teman-teman pelaku wisata juga sedang khawatir. Mereka takut permintaan akan turun bebas. Tapi itu kegelisahan yang wajar.  Sejak keluar pemberlakuan semua sudah mulai gelisah. Karena sekian lama kita pandemi, kita tidak bisa buat apa-apa. Ketika pandemi selesai sudah ada begini, itu wajarlah. Saya pikir bisa kita pahami tingkat kegelisahan teman-teman, khususnya di Labuan Bajo. (*)

Berita Kota Kupang lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved