Berita Sumba Timur Hari Ini

Proyek Lii Marapu di Sumba Timur Didukung Direktorat KMA Kemendikbudristek RI dan MLKI 

Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah dengan peringkat tertinggi (peringkat satu) sebagai daerah dengan penghayat kepercayaan tertinggi di Indonesia

Penulis: Ryan Nong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
UJI KOMPETENSI - Para undangan foto bersama usai acara pembukaan Kegiatan Peningkatan Kompetensi dan Uji Kompetensi Tingkat Terampil bagi Penyuluh Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Sumba Timur yang digelar di Hotel Jimmy Waingapu, Senin 27 Juni 2022 pagi.  

Kepada para peserta, Harti juga menyaampaikan selamat dan berharap agar ilmu yang diperoleh  dapat segera diimplementasikan pada tahun ajaran baru nanti, sehingga setidaknya dapat sedikit menjawab adanya kekurangan tenaga pendidik kepercayaan di Sumba Timur.

Hal senada juga disampaikan oleh Presidium Dr. Andri Hernandi, ST. MT. 

Ia menyampaikan bahwa Majelis Luhur Kepercayaan merupakan wadah nasional tempat berkumpulnya para organisasi/paguyuban/komunitas penghayat menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi antara MLKI, LSM, Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pembinaan sumber daya manusia penghayat kepercayaan khususnya masyarakat Marapu.  

Berdasarkan data per 31 Desember 2021 pada laman dukcapil kemendagri (sistem informasi geografi dukcapil kemendagri), terdapat 35,229 penghayat kepercayaan di wilayah NTT, dan sebanyak 16,030 penghayat kepercayaan di wilayah kabupaten Sumba Timur

Ia mengatakan, jika melihat persentase jumlah penghayat merupakan jumlah terbesar secara nasional, dan hal ini merupakan potensi besar dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia penghayat kepercayaan Marapu baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. 

Di akhir sambutannya, Andri mengatakan usaha dalam pengembangan sumber daya manusia, dapat dilakukan dengan bimbingan teknis serta uji kompetensi penyuluh kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Penyuluh Kepercayaan tersebut, kata dia, mempunyai 3 fungsi.

Pertama, jelas Andri, agar penyuluh dapat melakukan komunikasi dan membangun hubungan baik dengan pihak pemerintah dan lembaga.

Kedua, penyuluh dapat melakukan komunikasi untuk memberikan sosialisasi yang tepat mengenai keberadaan penghayat dan ajaran Marapu di masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kekeliruan.

Ketiga, adalah untuk menjadi penyuluh yang mempunyai kompetensi sebagai pendidik kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, kegiatan hari ini adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia sebagai penyuluh kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Project Manager Lii Marapu, Anton Jawamara dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari peningkatan akses layanan pendidikan bagi penghayat Marapu di Sumba Timur.

Sebanyak 20 orang calon penyuluh yang mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi, yang selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi pada tanggal 1 Juli 2022.

Peserta yang lolos dalam uji kompetensi akan mendapatkan sertifikasi dan siap untuk mengajar di sekolah – sekolah. 

Ia juga menyebutkan, saat ini juga Proyek Lii Marapu sedang mengembangkan buku pendamping/penunjang untuk penyuluh dan siswa yang spesifik Marapu. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved