Berita NTT Hari Ini
Masuk Kategori Clear Area PMK, NTT Berpeluang Jadi Pemasok Daging Sapi untuk Pulau Jawa
penelusuran selama ini, penyakit PMK masuk dalam kategori penyakit hewan yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
POS KUPANG.COM, KUPANG – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengaku optimis penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat dikendalikan secara cepat.
Karena itu, SYL mengajak agar semua pihak turun langsung dan terlibat aktif dalam menekan jumlah penularan.
Menurutnya, penyakit tersebut bisa disembuhkan melalui tiga strategi berikut ini.
Pertama, kata SYL, Kementerian Pertanian mengajak untuk menerapkan strategi intelektual sebagai langkah percepatan.
Baca juga: Menteri Pertanian Serahkan 10 Truk Sembako Bagi Korban Bencana Siklon Tropis Seroja di NTT
Kedua menerapkan strategi manajemen sebagai langkah penguatan dan ketiga adalah strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK.
"Jadi sebenarnya PMK ini dapat disembukan dan tidak menular ke manusia, tetapi kita harus waspada dan terus bekerja. Yang terpenting tidak boleh membangun kepanikan karena itu sangat berbahaya," ujar SYL.
SYL mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dan penelusuran selama ini, penyakit PMK masuk dalam kategori penyakit hewan yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
Sebab, seluruh bagian daging pada hewan yang positif PMK dapat dimakan melalui prosedur yang telah ditetapkan.
"Sekali lagi PMK dapat disembuhkan dan tidak berbahaya dikonsumsi manusia. Kedua, jajaran Kementan bersama 16 daerah yang terkontaminasi PMK menyatakan siap menghadapi Idul Qurban dan meski ada PMK, pasokan sapi yang ada tidak bersoal," ujar Mentan dalam Rilis BPPSDMP/842/ HUMAS, 27 Juni 2022
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan, Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nuryamsi mengajak semua masyarakat agar tidak panik.
Baca juga: Menteri Pertanian RI : Tertundanya Presiden Ke Sumba Tengah,Pertanda Baik, Perbaiki Lagi Yang Ada
"Mari bersama-sama turun ke lapangan secara masif dan sinergi untuk menanggulangi PMK, Identifikasi ternak apakah ada gejala pada ternak, apabila ada lakukan isolasi mandiri agar ternak lain tidak tertular", ujar Dedi.
Dedi juga mengajak petani dan peternak untuk memanfaatkan BPP Kostratani, yang salah satu fungsinya adalah sebagai pusat konsultasi agribisnis. BPP Kostratani dijadikan tempat konsultasi para peternak, tenaga kesehatan maupun pemda setempat tentang penangulangan PMK pada hewan ternak.
"Pencegahan PMK dilakukan dengan memberi pakan bagus dan vitamin bagi hewan ternak juga gunakan senyawa yang dapat membunuh virus di kandang dan sekitarnya," jelas Dedi.
Dedi mengatakan, untuk fokus ke penangulangan PMK diperlukan kerjasama antara pemerintah, peternak, pemda, tenaga kesehatan untuk penanggulangan PMK.
Sebagai salah satu bentuk sosialisasi penanggulangan PMK, SMPP Negeri Kupang telah menggelar kegiatan webinar MAF atau yang biasa disebut Millenial Agriculture Forum secara virtual melalui aplikasi zoom meeting serta live streaming youtube 25 Juni 2022.