Breaking News:

Berita Sumba Timur Hari Ini

Rayakan HUT ke-6, GKS Jemaat Manubara Luncurkan Buku Manubara di Tepian Metaverse

Jemaat Manubara harus merespon seluruh perubahan dunia metaverse ini sebagai respon imannya di tengah-tengah situasi yang ada

Penulis: Ryan Nong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
PELUNCURAN -  Foto bersama staf khusus Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Ardu Jelamu Marius, Bupati Sumba Timur Drs. Khristofel Praing, Ketua 1 Sinode GKS, Pdt. Yuliana Ata Rambu bersama pendeta GKS Manubara usai peluncuran buku pada Kamis 16 Juni 2022. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Manubara meluncurkan buku Manubara di Tepian Metaverse

Buku Manubara di Tepian Metaverse itu merupakan refleksi perjalanan enam tahun GKS Jemaat Manubara

Peluncuran buku yang ditulis 15 penulis itu dilaksanakan pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) GKS Jemaat Manubara yang berlangsung di halaman gereja pada Kamis 16 Juni 2022 sore. 

Pdt. Aprianus Meta Djangga Uma mengatakan, buku Manubara di Tepian Metaverse tersebut merupakan refleksi perjalanan iman sejak GKS Jemaat Manubara terbentuk hingga saat ini. 

"Pada usia 6 tahun ini, kami belajar untuk merefleksikan kasih sayang Tuhan yang telah memberkati kami sehingga kami tiba di hari ini dengan semua cerita iman," ujat Pdt. Aprianus Uma. 

Ia mengatakan, melalui goresan-goresan iman yang menyatu dalam Buku Manubara di Tepian Metaverse, GKS Jemaat Manubara ingin menyampaikan syukur bahwa tangan Tuhan baik bagi seluruh jemaat dalam semua kerapuhan sekali pun. 

"Hidup harus berlanjut, Jemaat Manubara harus melihat keberadaan dirinya di hari ini untuk menatap masa dan memersiapkan masa depan di dunia Metaverse, dunia yang bukan saja secara "fisik" kita hadir dalam dunia virtual dan digital tetapi lebih kepada sebuah gambaran yang utuh bahwa dunia ini telah berubah," ujar Pdt. Aprianis Uma. 

Perubahan tetsebut, kata Pdt. Aprianus, menyentuh seluruh ranah privat umat manusia termasuk dalam kehidupan beragama dan bergereja. 

Jemaat Manubara harus merespon seluruh perubahan dunia metaverse ini sebagai respon imannya di tengah-tengah situasi yang ada. 

"Buku ini ditulis sebagai pathway bagi perjalanan selanjutnya dalam membangun kembali pijakan-pijakan teologis berdasarkan berita Injil dalam menghadapi berbagai isu-isu yang ada," tambah Pdt. Aprianus. 

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para penulis baik aktifis maupun para teolog yang telah merefleksikan perjalanan iman melalui buku tersebut. 

Para penulis, lanjut dia terdiri dari Thimotius Sabarua, Naftali Djoru, Albertus Patty, Andreas Yewangoe, Aprianus Meta Djangga Uma, Haryati Haryati H, Irene Marbun, Aprianus Djangga Uma, Marlin Lomi, dan Irene Umbu Lolo.

Selanjutnya David Umbu Dingu, Julius Djara, Umbu Marisi, Ester Tamo Apu, Sherlin Wudi  serta  Julia Stevanny Ester Blegur. 

Peluncuran ditandai dengan acara menyalakan lilin ulang tahun pada tumpukan buku oleh Gubernur NTT yang diwakili staf khusus Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Ardu Jelamu Marius, Bupati Sumba Timur Drs. Khristofel Praing, serya Ketua 1 Sinode GKS, Pdt. Yuliana Ata Rambu. 

Buku tersebut juga diserahkan kepada para pendeta GKS se Sumba Timur, vikaris, mahasiswa dan pengisi acara. (Ian) 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved