Berita Ende Hari Ini

BPJS Kesehatan Bebaskan Ariany Dari Biaya Operasi Kista Puluhan Juta

Sebagai salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Maria Nggula Ariany Djeen (55), PNS Kabupaten Ende- NTT.    

Laporan Reporter POS-KUPANG, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG, ENDE - Sebagai salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah, Maria Nggula Ariany Djeen mengaku bersyukur mendapatkan jaminan pelayanan Kesehatan tanpa biaya.

Ia menceritakan pengalamannya yang diringankan menggunakan Kartu JKN-KIS untuk biaya pengobatannya.

"Pada tahun 2020 lalu saya harus menjalani operasi kista ovarium. Cukup besar kistanya jadi memang harus dilakukan tindakan pengangkatan kista,” ucap wanita 55 tahun kepada media belum lama ini.

Seperti namanya, kista ovarium adalah benjolan berisi cairan yang berbentuk di dalam atau di permukaan ovarium (indung telur). Pada umumnya, kista jenis ini tidak menimbulkan gejala apapun, bahkan dapat hilang dengan sendirinya tapa perlu tindakan pengobatan. Akan tetapi akan menjadi bermasalah apabila bertambah besar dan dapat menimbulkan nyeri panggul, punggung bagian bawah dan paha.

Ariany, sapaan akrabnya meneruskan ceritanya bahwa saat itu di Ende belum ada fasilitas Kesehatan yang bisa menangani operasi dikarenakan keterbatasan sarana dan SDM . Oleh karena itu dirinya harus dirujuk ke rumah sakit di luar Ende.

Berbekal kartu JKN-KIS dan surat pengantar rujukan dari RSUD Ende berangkat menuju Kota Kupang untuk menjalani operasi. Dirinya juga mengaku semua prosedur dan proses untuk mendapatkan pelayanan sangat mudah, tidak terlalu ribet.

“Prosesnya cepat dan mudah sekali. Hanya bawa kartu dan rujukan yang sudah diberikan saya tunjukan ke petugas di RS Siloam Kupang. Mendapatkan kamar untuk rawat inap, tindakan operasi hingga proses perawatan tidak mengeluarkan biaya tambahan lagi," tutur wanita yang bekerja sebagai PNS di Kabupaten Ende.

Menurut Ariany, dirinya tak lagi khawatir terkait biaya pengobatan karena sudah di jamin BPJS Kesehatan sebagai pengelola program ini. Biaya pelayanan Kesehatan makin tahun diketahuinya tidak semakin murah justru semakin mahal. Oleh karena itu dirinya sangat beruntung memiliki tabungan iuran JKN-KIS sejak awal menjadi PNS.

“18 tahun saya jadi PNS, tidak keberatan dipotong gaji untuk tabungan asuransi kesehatan. Dan betul sekali, diusia saya saat ini rentan sekali dengan penyakit. Apa lagi pandemi covid-19. Operasi kista yang dijalani itu saya dengar bisa habis 20-an juta. Kalau kita pakai JKN-KIS kita tidak mengeluarkan biaya lagi. Cukup bayar iuran rutin saja tiap bulan dengan harga ekonomis dipotong dari gaji kalau pekerja, kalau peserta lain bisa bayar tiap bulan sesuai kemampuan kelasnya. Bahwa pemerintah juga membantu iuran bagi mereka yang kurang mampu. Menurut saya wajib dan jangan takut rugi menjadi peserta JKN-KIS," pesan Ariany. (tom)

Maria Nggula Ariany Djeen (55), PNS Kabupaten Ende- NTT. 

 
Maria Nggula Ariany Djeen (55), PNS Kabupaten Ende- NTT.    (POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved