Berita Lembata Hari Ini

Turnamen Sepakbola Wanted Cup Dilanjutkan dan Panitia Perketat Keamanan

membahas syarat-syarat administrasi dilanjutkannya turnamen sebagaimana rekomendasi dari pihak keamanan Polres Lembata. 

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Panitia memastikan turnamen sepakbola Wanted Cup IV di Kota Lewoleba akan dilanjutkan lagi pada Jumat, 17 Juni 2022 mendatang. Kompetisi yang diikuti 39 klub profesional di Lembata, Flores Timur dan Kota Kupang sempat ditunda pasca kericuhan antar suporter dan pemain Ikan Paus FC dan Donhill FC. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -Panitia memastikan turnamen sepakbola Wanted Cup IV di Kota Lewoleba akan dilanjutkan lagi pada Jumat, 17 Juni 2022 mendatang. 

Kompetisi yang diikuti 39 klub profesional di Lembata, Flores Timur dan Kota Kupang sempat ditunda pasca kericuhan dalam laga Ikan Paus FC VS Donhill FC. 

Panitia turnamen telah menggelar rapat evaluasi dan persiapan turnamen akan dilanjutkan hari Jumat mendatang. 

"Turnamen akan dilanjutkan hari Jumat (17 Juni), kami sedang persiapan lagi," kata Ketua Komunitas IKA Wanted, Gucek Making saat ditemui usai rapat di Sekretariat IKA Wanted, Taman Duang, Kota Lewoleba, Senin, 13 Juni 2022.

Baca juga: Dojo Perkemi Unkriswina Sumba Akan Ke Kejurnas Rektor Unhas Cup XIV 

Selain melakukan evaluasi internal panitia, rapat itu juga membahas keamanan dan ketertiban penonton yang diperketat. Panitia juga membahas syarat-syarat administrasi dilanjutkannya turnamen sebagaimana rekomendasi dari pihak keamanan Polres Lembata. 

Pada kesempatan itu, Humas Ika Wanted Alfian Rayabelen (ARB), mengajak semua pecinta sepakbola di Lembata menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen.

"Saya juga minta perhatian pemerintah dan Koni terkait adanya Wanted Cup IV ini di mana event sepak bola bergengsi Wanted Cup ini gaungnya besar sekali. Hampir keseluruhan tim mendatangkan pemain dari luar daerah Lembata," ujar Alfian. 

"Wanted Cup ini sudah banyak menyumbang PAD bagi Kedatangan para punggawa dari luar daerah dan perputaran uang di lapangan sangat dirasakan oleh ibu ibu yang menjajakan barang dagangan," tambahnya.

Baca juga: Sidang Kasus Astri- Lael, Komunikasi Randy dan Astri Intens pada 27 Agustus 2021

"Minimal ada suport dari pemerintah dan Koni. Saya berharap ke depan agar ada penghargaan prestasi dari pemerintah bagi siapa saja, baik para penyelenggara, atlet atau sanggar atau hal lainnya," pungkas Alfian. 

Untuk diketahui, akibat kericuhan di lapangan tersebut, Askab PSSI Kabupaten Lembata telah menjatuhkan hukuman untuk tim Ikan Paus FC yakni pengurangan tiga poin, pengurangan tiga gol memasukan dan penambahan tiga gol kemasukan yang diperoleh selama kompetisi Wanted Cup IV berlangsung. 

Askab juga melarang ofisial tim Ikan Paus FC yaitu Udin Perakon dan asisten pelatih Muhammad Rivai Kasim memasuki ruang ganti atau bangku cadangan selama kompetisi berlangsung dan membayar denda Rp 3 juta karena melakukan percobaan penyerangan terhadap pemain maupun perangkat pertandingan. 

Baca juga: Lima Pulau di NTT Berpotensi Terjadi Angin Kencang Hari Ini

Pemain Donhill FC atas nama Gilang Fajar juga dilarang bermain selama dua kali pertandingan Wanted Cup IV tahun 2022.(*)

Berita Lembata Hari Ini


 
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved