Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 8 Juni 2022: Hukum Taurat dan Semangat Baru
Kehadiran Yesus bukan untuk meniadakan hukum Taurat. Ia hadir untuk meluruskan praktik hukum yang telah dibengkokkan oleh kepentingan tertentu.
Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya, "Panggilah lebih keras! Bukankah dia allah?
Mungkin ia merenung, mungkin sedang ada urusan, atau mungkin ia bepergian.
Barangkali ia tidur, dan belum terjaga."
Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.
Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan kurban petang; tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda.
Kemudian Elia berkata kepada seluruh rakyat, "Mari mendekat kepadaku."
Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepada Elia.
Lalu ia memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan itu.
Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub.
Kepada Yakub ini telah datang sabda Tuhan, "Engkau akan bernama Israel."
Lalu Elia mendirikan batu-batu itu menjadi sebuah mezbah demi nama Tuhan dan membuat suatu parit yang dapat memuat dua sukat benih di sekeliling mezbah itu.
Ia menyusun kayu api, memotong lembunya, dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api.
Sesudah itu ia berkata, "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas kurban bakaran serta ke atas kayu api itu!"
Kemudian kata Elia, "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!"
Dan mereka berbuat demikian untuk kedua kalinya.